Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kredit Bermasalah Bank Sumut Capai 3,7%

Bisnis.com, MEDAN - Tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Sumut yang mencapai 3,7% dinilai cukup tinggi untuk ukuran perbankan milik pemerintah daerah Sumatra Utara. Namun, Bank Indonesia enggan berkomentar mengenai kinerja NPL
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 10 Oktober 2013  |  14:59 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Sumut yang mencapai 3,7% dinilai cukup tinggi untuk ukuran perbankan milik pemerintah daerah Sumatra Utara. Namun, Bank Indonesia enggan berkomentar mengenai kinerja NPL Bank Sumut itu.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatra Utara dan Aceh Achmad Fauzie mengatakan pihaknya tidak dapat membeberkan satu per satu kinerja perbankan di wilayah Sumut. Pasalnya, BI hanya dapat menginformasikan secara umum kinerja perbankan di daerah.

"Kami tidak bisa mengomentari satu per satu kinerja bank di Sumut termasuk NPL Bank Sumut," ujarnya, Kamis (10/10/2013).

Adapun untuk calon direksi Bank Sumut, BI juga belum menerima calon yang diajukan oleh Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sebagai pemegang saham pengendali (PSP). Sejauh ini PSP telah berkonsultasi secara informal dengan BI untuk pengajuan calon direksi yang masih kosong.

"Masih butuh proses, karena pengajuan dua calon yang diungkapkan PSP itu juga perlu mengumpulkan persyaratan-persyaratan administrasi," paparnya.

Pada awal Oktober, Gatot pernah mengungkapkan telah menyiapkan dua calon direksi Bank Sumut yang akan diajukan kepada BI. Namun, hingga saat ini BI belum menerima pengajuan tersebut.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut Gunawan Benjamin mengatakan tingginya NPL di Bank Sumut terjadi karena outstanding loan mayoritas adalah consumer loan (instalment). Kredit konsumer tersebut menguasai mayoritas kredit yang disalurkan Bank Sumut.

"Bila tidak diikuti dengan ekspansi kredit yang signifikan sudah pasti outstanding loan akan turun. Disisi lain jumlah NPL meningkat atau katakan saja tetap," kata dia.

Hal itu, sambungnya, mengakibatkan tingginya NPL yang terjadi di Bank Sumut saat ini. Secara alamiah jelas NPL akan naik dengan sendirinya. Kunci dari penyelesaian masalah ini ada di ekspansi kredit.

Sayangnya, kata dia, Bank Sumut masih menghadapi masalah klasik. Tidak ada yang tahu nantinya direksi yang bertanggung jawab di Bank Sumut untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mendera Bank Sumut karena masih banyak yang kosong.

Dia menyarankan apabila Bank Sumut ingin menurunkan angka NPL ini, sebaiknya segera tentukan direksi yang bertugas nantinya. Wacana mencalonkan 2 nama direksi sebenarnya kemarin sudah menjadi langkah awal yang cukup baik.

"Tapi tidak akan cukup sampai disitu, ajukan secara tertulis ke Bank Indonesia, agar prosesnya bisa dilakukan segera. Ingat tantangan Bank Sumut itu tidak hanya di NPL nya, ketatnya persaingan kedepan hingga program-program yang belum terlaksana masih akan menjadi PR bagi direksi Bank Sumut kedepan," tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bank sumut kredit bermasalah
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top