Rupiah Tertekan, Menkeu Bilang Tidak Bisa Dibiarkan Terlalu Tajam

Pemerintah menyatakan kurs rupiah tidak bisa dibiarkan melemah terlalu tajam karena dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 29 November 2013  |  19:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menyatakan kurs rupiah tidak bisa dibiarkan melemah terlalu tajam karena dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyambut baik jika Bank Indonesia melakukan intervensi setelah rupiah sempat di atas Rp12.000/US$ pada perdagangan Kamis (29/11/2013).

“Kemarin tentu kalau misalnya levelnya ini [terlalu tinggi], pasti BI akan jaga volatilitasnya smoothing. Itu tentunya akan menimbulkan – tidak harus immediate – confident di pasar bahwa memang ada yang dijaga,” katanya, Jumat (29/11/2013).

BI sebelumnya memberi sinyal akan mengintervensi rupiah agar tak jatuh terlalu dalam setelah membiarkannya bergerak mengambang ditentukan pasar. Sampai di posisi Rp11.700/US$, bank sentral masih melepas rupiah bergerak floating.

Namun, rupiah terus bergerak melemah ke level Rp11.800 pada penutupan Rabu (27/11) dan ditutup Rp12.018/US$ pada Kamis (28/11).

Menurut Chatib, pelemahan ini dipicu oleh data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari yang diperkirakan sehingga pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam diperkirakan lebih baik dari yang diduga.

Dari sisi internal, pelemahan rupiah disebabkan oleh permintaan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan valas akhir bulan dan akhir tahun. Selama November, kebutuhan pembayaran utang US$6,3 miliar.

Sehari kemudian, Jumat (29/11), kurs rupiah sempat berbalik arah kisaran Rp11.700/US$ lalu melemah ke kisaran Rp11.800/US$ dan ditutup Rp11.956/US$ atau menguat 0,44% dari hari sebelumnya, menurut Bloomberg Dollar Index.

Adapun kurs tengah rupiah yang dipatok BI justru melemah 0,39% menjadi Rp11.977/US$.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nilai tukar, chatib basri, dampak pelemahan rupiah, Rupiah

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top