Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahdi Muhammad
Mahdi Muhammad

Bisnis.com, PEKANBARU—Bank Indonesia Provinsi Riau akan mengerem tingginya nilai uang tunai yang yang mencapai Rp15,8 triliun pada 2013 lalu, untuk mengurangi risiko peredaran uang palsu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Mahdi Muhammad mengatakan uang tunai yang dikeluarkan sepanjang 2013 tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,3% dibanding uang tunai yang dikeluarkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, katanya, nilai transaksi kiliring tidak terlalu mengalmi peningkatan yang signifikan. Menurutnya, sepanjang 2013 nilai transaksi kliring sekitar Rp31,9 triliun atau hannya meningkat 9,65% dibanding tahun sebelumnya sekitar Rp29,1 triliun.

“Inilah yang menjadi dasar kami membuka layanan kliring lokal, agar bisa menekan peredaran uang tunai, karena semakin banyak uang tunai yang dikeluarkan semakin banyak pula uang palsu yang beredar,” katanya, (22/1).

Data Bank Indonesia Provinsi Riau menyebutkan pada 2013 uang palsu yang ditemukan mencapai 1.168 lembar atau setara dengan Rp70,2 juta. Temuan tersebut lebih tinggi dbanding temuan pada 2012, yakni sebanyak 353 lembar atau setara dengan Rp26,51 juta.

Mahdi mengatakan meningkatnya peredaran uang palsu tersebut bukan bukan semata-mata karena semakin banyaknya pelaku pencetak uang palsu, tapi juga karena tingkat kesadaran masyarkat yang sudah tinggi untuk melaporkan jika menemukan uang palsu.

“Tapi apapun itu, kami menilai dengan menegrem pengeluaran uang tunai dan meningkatkan transaksi kliring, otomatis peredaran uang palsu bisa ditekan,” katanya.

Mahdi mengatakan pengereman jumlah uang tunai yang beredar akan sejalan dengan perkembangan pembukaan jaringan kantor perbankan di Riau. Menurutnya, pihaknya selalu mendorong perbankan untuk membuka jaringan kantor di kabupaten-kabupaten.

Mahdi mengatakan basis ekonomi masyarakat Riau ada di sektor perkebunan sawit. Menurutnya, dengan hampir 80% kebun sawit dimiliki masyarakat ini akan membuat banyak peluang perbankan untuk berkembang bersama petani-petani sawit tersebut.

“Dan mereka itu kan adanya di kabupaten-kabupaten, jadi perbankan harus memperluas jaringannya ke sana,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper