Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ajarkan Kekayaan Sejak Dini

Generasi baru selayaknya dipersiapkan sejak dini untuk meraih kesejahteraan melalui pola pikir yang ditanamkan oleh para orangtua
Usia 0-6 tahun adalah sebuah masa pada anak-anak yang disebut imprint di mana pikiran sadar anak-anak belum berkembang optimal. /bisnis.com
Usia 0-6 tahun adalah sebuah masa pada anak-anak yang disebut imprint di mana pikiran sadar anak-anak belum berkembang optimal. /bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Generasi baru selayaknya dipersiapkan sejak dini untuk meraih kesejahteraan melalui pola pikir yang ditanamkan oleh para orangtua.

Ryan Filbert, praktisi pasar modal dan penulis buku “Investasi Saham ala Swing Trader Dunia”, mengatakan finansial adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan sedini mungkin, supaya tidak menyulitkan di kemudian hari.

“Intinya, dalam membentuk generasi muda sejak dini, kuncinya ada di kata-kata. Ajarkanlah generasi muda kita dengan hal yang super mudah. Bangunlah sesuai dengan apa yang kita harapkan. Anda ingin anak atau adik menjadi lebih pintar dan kaya? Gunakanlah kosakata tersebut dan apapun yang positif,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (17/2/2014).

Dia menambahkan, bayi ketika dilahirkan di dunia bagaikan kertas putih.Sebuah kata-kata yang diulang-ulang dikatakan kepada bayi, akan masuk ke dalam alam bawah sadar, terlepas bayi tersebut mengerti atau tidak. Hal itu akan menjadi sebuahkeyakinan di kemudian hari.

“Apa hubungannya dengan hal ini? Saya akan tambahkan ada kata-kata yang lebih dahsyat lagi ketika seorang bayi atau anak memegang uang “Aduh uang itu kotor! Jangandipegang”.

Ryan berpendapat bahwa kita perlu mengetahui bahwa dari usia 0-6 tahun adalah sebuah masa pada anak-anak yang disebut imprint di mana pikiran sadar anak-anak belum berkembang optimal, sehingga apapun yang ada di sekitarnya akan menjadi kebenaran.

Semua kata-kata yang dimasukkan ke dalam otak secara berkali-kali akan menjadi sebuah ‘peta’. Masalahnya, otak tidak bisa membedakan yang benar dan salah.

“Bagaimana anak kita akan menjadi kaya bila kita telah mengajarkan kepada anak kita “Jangan pegang uang itu! Uang adalah kotor” Siapa di dunia ini yang suka dengan hal yang kotor? Bila tidak bisa dekat, bagaimana kita menjadi kaya?” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper