Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbankan Nasional Pacu Layanan e-Channel

Sejumlah bank berencana memacu layanan e-channel mereka tahun ini demi menurunkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 20 Februari 2014  |  14:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-Sejumlah bank berencana memacu layanan e-channel mereka tahun ini demi menurunkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).

PT.Bank OCBC NISP misalnya menargetkan pertumbuhan transaksi dan pengguna e-channel tahun ini sebesar 30%.

Pada 2013 jumlah pengguna layanan mobile banking OCBC tercatat sebanyak 26.953 nasabah dengan volume transaksi mencapai Rp421 miliar. Adapun jumlah pengguna layanan internet banking pada periode yang sama mencapai 58.796 nasabah dengan volume transaksi sebesar Rp3,8 triliun.

"Jumlah pegguna mobile banking 2013 naik 119% dari 2012 dan internet banking naik 52%. Kami berusaha naikkan transaksi dengan penambahan fitur baru ini juga untuk mencari nasabah baru," ujar Division Head Corporate Communication OCBC NISP, Tina Tjintawati, seusai penyerahan hadiah transaksi e-channel nasabah OCBC NISP Kamis (20/2/2014).

Dia menyebutkan hingga 2013 lalu sekitar 60% transaksi yang ditangani OCBC NISP berasal dari kantor cabang sedangkan sisanya dari layanan e-channel.

Pihaknya menargetkan komposisi tersebut akan berubah menjadi sama besar pada 2014 lantaran tahun ini e-channel bakal dipacu.

Tina menambahkan pada kuartal I/2014 OCBC NISP juga akan membuka layanan transaksi pembelian reksa dana bagi nasabahnya dengan menggandeng sejumlah manajer investasi seperti Mandiri Sekuritas dan BNP Paribas.

PT.Bank Internasional Indonesia Tbk pun mengaku bakal agresif mengembangkan layanan e-channel. Tahun lalu mereka bahkan telah jor-joran berinvestasi di bidang ini.

Direktur Keuangan BII Thila Nadason mengatakan tahun lalu pihaknya banyak berinvestasi di bidang infrastruktur khususnya di cabang untuk mendukung transaksi. Tak heran biaya operasional BII tahun lalu naik 12% dibandingkan 2012.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-Channel
Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top