Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Sebut Bank BUMN Lokomotif Sistem Perbankan Nasional

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan tertundanya rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), mengingat bank-bank BUMN diharapkan jadi lokomotif sistem perbankan nasional.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 24 April 2014  |  14:47 WIB
Ilustrasi bank. OJK sebut Bank BUMN menjadi lokomotif sitem perbankan nasional - JIBI
Ilustrasi bank. OJK sebut Bank BUMN menjadi lokomotif sitem perbankan nasional - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan tertundanya rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), mengingat bank-bank BUMN diharapkan jadi lokomotif sistem perbankan nasional.

“OJK pada prinsipnya kami ingin mendorong konsolidasi industri keuangan nasional,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad ketika ditemui di sela-sela acara Microtakaful Conference Indonesia, Kamis (24/4/2014).

Muliaman mengatakan BTN memiliki tugas yang sangat penting sebagai mortgage bank yang menyediakan kebutuhan perumahan yang masih sangat besar di Indonesia. Oleh sebab itu, BTN perlu segera dikembangkan.

“Saya dengan BTN sudah melakukan pembicaraan untuk mengembangkan produk-produk yang terkait dengan mortgage bank ini ke depan nantinya,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia juga tidak perlu khawatir jika memang perlu belajar dari pengalaman di negara lain untuk mengembangkan mortgage bank seperti BTN.

“Kebutuhan terhadap tumbuh kembangnya industri pembiayaan perumahan ini menurut saya jadi satu keperluan. Dan untuk keperluan itu, kita perlu BTN yang kuat dan sehat. Ketika sampai di situ, pemerintah sebagai pemilik tentu memiliki preferensi,” ujarnya.

Muliaman mengatakan OJK dalam waktu dekat ini akan berbicara dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait tidak hanya BTN, tapi juga bagaimana peran bank-bank BUMN ke depan sebagai lokomotif dari sistem perbankan nasional.

“Sebab bank-bank pemerintah itu masih sangat besar perannya di sistem perbankan nasional, saya kira masih lebih dari 40%. Tentu saja kita ingin bank pemerintah yang sehat dan kuat,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam diketahui telah mengirimkan surat kepada sejumlah pejabat terkait yang meminta penundaan atas rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top