PENJUALAN ORI 011: Di BCA Masih Normal

Hingga hari kedua masa penawaran ORI 011, penjualan obligasi ritel tersebut di PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) masih normal belum melampaui jatah penjualan.
Farodlilah Muqoddam | 02 Oktober 2014 15:07 WIB
Ilustrasi Obligasi Negara Ritel - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-- Hingga hari kedua masa penawaran ORI 011, penjualan obligasi ritel tersebut di PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) masih normal belum melampaui jatah penjualan.

Corporate Secretary BCA Inge Setiawati  mengatakan BCA mendapatkan penjatahan untuk menjual ORI 011 senilai Rp2,6 triliun. Masa penawaran berlaku pada 1-16 Oktober 2014.

“Sampai hari kedua penjualan masih normal, belum oversubscribed,” katanya, Kamis (2/10/2014).

BCA merupakan salah satu dari 18 bank dan 3 perusahaan sekuritas yang dipercaya menjadi agen penjualan ORI 011 yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Surat utang tersebut dipatok dengan tingkat kupon sebesar 8,5% dan minimum holding period selama 1 kali pembayaran kupon.

Tenor ORI011 ditetapkan selama tiga tahun dan akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2017. Minimum pemesanan ORI 011 sebesar Rp5 juta per unit dan kelipatannya, sedangkan maksimum pemesanan sebesar Rp3 miliar.

Tag : ori, Obligasi Pemerintah
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top