Bisnis.com, JAKARTA - Dana pensiun dan lembaga keuangan (DPLK) PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan pertumbuhan asset under manajement (AUM) hingga 145,5% menjadi Rp432,71 miliar pada September 2014 dari posisi Rp176,25 miliar.
Direktur Keuangan dan Umum Mandiri DPLK Rudi Rahman mengungkapkan program yang ditawarkan Mandiri DPLK adalah program pensiun untuk kompensasi pesangon, dimana besar manfaat pensiun didasarkan pada akumulasi iuran tetap maupun setoran tambahan dan pilihan investasi.
"Kami saat ini telah mengelola dana pensiun dari seluruh segmen industri seperti otomotif, rumah sakit, pabrik, sekuritas, perkebunan, perbankan, apotek dan lain lagi," ungkapnya, Selasa (14/10/2014).
Rudi mengatakan akan terus memperkuat dana kelolaan dengan mengoptimalkan peluang sektor-sektor industri yang potensial, seperti segmen ritel dengan memperluas jangkauan ke masyarakat.
Dia menambahkan bahwa Mandiri DPLK saat ini sedang mengajukan ijin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dapat menjual produk pensiun secara ritel melalui cabang Bank Mandiri.