Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Investasi Bagi Nasabah dengan Simpanan di Atas Rp5 Miliar

PT Bank DBS Indonesia meluncurkan produk investasi Currency Linked Investment (CLI) dalam mata uang Renminbi, khusus bagi nasabah dengan simpanan minimal Rp5 miliar.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 19 Desember 2014  |  01:43 WIB
Produk Investasi Bagi Nasabah dengan Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank DBS Indonesia meluncurkan produk investasi Currency Linked Investment (CLI) dalam mata uang Renminbi, khusus bagi nasabah dengan simpanan minimal Rp5 miliar.

Head of Sales Treasury & Markets Bank DBS Indonesia Benny Aroeman menjelaskan CLI merupakan produk investasi non konvensional dengan potensi imbal hasil yang diklaim lebih menarik daripada deposito konvensional.

“Ini ibaratnya deposito dengan komponen derivatif, yakni option. Jangka waktunya bisa sampai 1 tahun, tapi bisa customized sesuai keinginan nasabah,” ujar Benny, Kamis (18/12/2014).

Segmen produk ini, lanjut Benny,  yaitu nasabah perorangan dengan portofolio aset berupa kas, giro, tabungan, dan deposito sekurang-kurangnya Rp5 miliar atau ekuivalen jika dalam mata uang asing. Penetapan tersebut sesuai Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/26/PBI/2009 tentang prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan kegiatan structured product bagi bank umum.

Nasabah yang menginvestasikan dananya dalam CLI ini memungkinkan bank membayar jumlah pokok dan imbal hasil saat jatuh tempo dalam mata uang alternatif. Nantinya, semua atau sebagian dari bunga yang diterima dalam CLI merupakan premium dari opsi mata uang.

Benny mengungkapkan perseroan telah memiliki layanan CLI dalam mata uang lain seperti dolar Australia dan dolar New Zealand.

Namun, perseroan menghadirkan diversifikasi pilihan baru melihat peningkatan permintaan untuk Renminbi dan dalam 3 tahun terakhir mata uang tersebut menjadi sorotan karena prospek penguatan nilai di pasar valuta.

“Banyaknya aktivitas ekspor dan impor dengan China, serta maraknya pembahasan tentang geliat Renminbi di pasar membawa dampak meningkatnya permintaan CLI dalam Renminbi dari nasabah high-net-worth individuals [HNWI],” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank dbs
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top