KINERJA MULTIFINANCE: Target Pembiayaan Gagal Tercapai

Sejumlah perusahaan pembiayaan mencatatkan nilai pembiayaan di bawah target yang ditetapkan pada tahun lalu, terutama disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi pascapilpres.
Amanda Kusumawardhani | 07 Januari 2015 13:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah perusahaan pembiayaan mencatatkan nilai pembiayaan di bawah target yang ditetapkan pada tahun lalu, terutama disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi pascapilpres.

Beberapa rentetan faktor yang menyebabkan melesetnya realisasi pembiayaan dari target di antaranya ketidakpastian akibat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sehingga mengerek naik angka inflasi, dan meningkatnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), misalnya, hanya mampu menyalurkan pembiayaan senilai Rp34,08 triliun, sedangkan target pembiayaannya di kisaran Rp36 triliun-Rp37 triliun pada tahun lalu.

Khususnya bagi pelaku pembiayaan yang menyasar segmen otomotif, mereka akan mengalami stagnansi atau perlambatan karena angka penjualan juga diprediksi stagnan pada tahun lalu,” imbuh I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Finance seperti dikutip dari harian Bisnis Indonesia, Rabu (7/1/2015).

Setidaknya, Made memprediksi kondisi serupa juga akan berlanjut hingga tahun ini. Pasalnya, potensi BI untuk memangkas suku bunga acuan cukup kecil mengingat inflasi yang masih melambung akibat kenaikan BBM tahun lalu.

Tidak hanya itu, pengetatan ekonomi dinilainya berpengaruh dalam memangkas daya beli masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan stagnanya angka penjualan kendaraan bermotor, yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Komentar serupa dikemukakan oleh Presiden Direktur PT BCA Finance (BCA Finance) Roni Haslim bahwa tahun lalu merupakan periode yang berat bagi industri pembiayaan.

“Faktor ekonomi makro, pelemahan rupiah, dan penurunan harga komoditas menjadi beberapa faktor di belakang melesetnya realisasi pembiayaan dari target yang ditetapkan. Jika rupiah terus tertekan, maka harga mobil bakal terkerek sehingga nilai pembiayaan juga terseret,” jelas Roni.

Menurutnya, BCA Finance telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp22,4 triliun hingga akhir tahun lalu. Padahal, sebelumnya, BCA Finance mematok penyaluran pembiayaan Rp26 triliun-Rp27 triliun pada periode yang sama.

Melihat fakta demikian, Jodjana Jody, Chief Executive Officer Astra Credit Companies (ACC) berkomitmen untuk menjaga kualitas pembiayaan ketimbang menggenjotnya.

“Dari pada nanti berakhir menjadi kredit macet. Saya tidak ingin gegabah, yang penting kreditnya berkualitas,” tambahnya.

 

Tag : multifinance, pembiayaan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top