Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbankan Syariah: 2014 Anjlok, 2015 Diharap Tumbuh Lebih Baik

Otoritas Jasa Keuangan menilai pertumbuhan perbankan syariah selama tahun 2014 mengalami perlambatan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  03:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Otoritas Jasa Keuangan menilai pertumbuhan perbankan syariah selama tahun 2014 mengalami perlambatan.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laba industri perbankan syariah pada November 2014 mencapai Rp1,89 triliun, anjlok senilai Rp1,55 triliun atau 45,05% dari posisi Rp3,44 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga November 2014, laju fungsi intermediasi industri perbankan syariah yang telah disalurkan senilai Rp198,37 triliun atau tumbuh 9,7% dari posisi Rp180,83 triliun.

Sementara itu, DPK perbankan syariah pada bulan kedua akhir 2014 mencapai Rp209,64 triliun, tumbuh lebih tinggi dari pembiayaan yakni 18,91%, dari posisi Rp176,29 triliun secara year on year.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan I OJK Mulya Siregar mengatakan selama setahun terakhir volume usaha industri perbankan syariah tumbuh sekitar 12,4%.

"Pertumbuhan yang dicapai pada 2014 ini lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai angka 24,2%," katanya di acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) di Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Mulya menjelaskan perlambatan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain keadaan makro ekonomi yang banyak menghadapi tantangan selama 2014 lalu.

Selain itu, perlambatan juga disebabkan oleh perbankan syariah yang melakukan berbagai langkah konsolidasi secara internal untuk memperkuat permodalan dan memperbaiki strategi bisnis dalam periode tersebut.

"Kendati mengalami pertumbuhan yang melambat, saat ini industri perbankan syariah secara umum memiliki ketahanan modal yang lebih baik," lanjut Mulya.

Hal ini tercermin dari capital adequacy ratio (CAR) perbankan syariah yang mengalami peningkatan dari 14,4% pada 2013 menjadi 15,18% pada 2014.

OJK berharap pada tahun ini, industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik. Proyeksi pertumbuhan atas dasar Rencana Bisnis Bank yang disampaikan, tahun ini aset industri perbankan syariah dapat tumbuh sekitar 17,96%

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top