Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BANK MANDIRI: Pemerintah Harus Serius Benahi Iklim Investasi

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin mengharapkan agar pemerintah lebih sigap untuk membenahi iklim investasi dari sisi regulasi guna meningkatkan daya tarik investor asing ke dalam negeri.n
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  11:56 WIB
Bank Mandiri berharap pemerintah benahi iklim investasi - Ilustrasi
Bank Mandiri berharap pemerintah benahi iklim investasi - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Budi Gunadi Sadikin mengharapkan agar pemerintah lebih sigap untuk membenahi iklim investasi dari sisi regulasi guna meningkatkan daya tarik investor asing ke dalam negeri.

"Mengundang investor adalah satu cara untuk meningkatkan investasi. Pemerintah harus melihat peluang dengan melakukan reformasi," ucapnya saat Mandiri Investment Forum 2015 di Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Saat ini pemerintah ingin membangun transmisi listrik, pelabuhan, jalan dan ketahanan pangan, lanjutnya, untuk melakukan hal tersebut pemerintah tidak bisa berharap sepenuhnya kepada industri perbankan. Budi mengatakan untuk membangun pelabuhan membutuhkan dana sekitar US$25 miliar- US$35 miliar.

Bank Mandiri menilai rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan deposit ratio/LDR) hampir menyentuh batas atas ketentuan giro wajib minimum (GWM) LDR. Hingga November 2014, LDR industri perbankan mencapai 88,65%.

Sedangkan rasio fungsi intermediasi pada November 2014 mencapai Rp3.596 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp4.054 triliun. Budi mengatakan dana penyaluran kredit perbankan yang tersisa masih sekitar Rp300 triliun lagi. Menurutnya, angka tersebut cenderung terbatas untuk memenuhi penyaluran kredit infrastruktur di Tanah Air.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top