Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kendalikan NPL, Danamon Waspadai Sektor Komoditas

PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyatakan akan mewaspadai beberapa sektor yang berkaitan dengan komoditas untuk menjaga tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 27 Februari 2015  |  17:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA --PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyatakan akan mewaspadai beberapa sektor yang berkaitan dengan komoditas untuk menjaga tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Danamon, mengatakan kendati penyaluran kredit untuk segmen korporasi ke sektor ini tidak besar, penurunan harga komoditas akan berpengaruh terhadap nasabah-nasabah perseroan di sektor yang menjadi penunjang sektor komoditas.

"Sektor komoditas memang jadi perhatian. Mining udah jelas. Kita melihat tren harga. Kalo Indonesia kan paling banyak komoditi terkait dengan batubara, CPO, karet," jelasnya kepada wartawan, Jumat (27/2/2015).

Hingga Desember 2014, rasio NPL kotor Bank Danamon tercatat 2,3%, naik dari posisi 2013 sebesar 1,9%.

Kendati perlu waspada, Vera menekankan tren penurunan harga komoditas bukanlah kejadian luar biasa.

Dia menilai tren ini masih wajar kendati penurunan harga komoditas juga memengaruhi aktivitas ekonomi di beberapa wilayah penghasil komoditas seperti Sumatra.

Vera mengimbuhkan, tren kenaikan NPL juga bisa disebabkan faktor kenaikan suku bunga kredit. dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, suku bunga kredit mengalami tren kenaikan.

"Kalau suku bunga meningkat, ada faktor pengaruh ke kemampuan bayar [sehingga menyebabkan NPL]," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

npl bank danamon
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top