Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT BERMASALAH: Kenaikan NPL Dinilai Temporer

Kenaikan rasio kredit bermasalah yang dipicu oleh perlambatan pertumbuhan kredit dinilai bersifat temporer dan akan kembali pulih seiring perbaikan di sektor riil.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 21 April 2015  |  11:02 WIB
Kenaikan rasio kredit bermasalah dinilai hanya sementara
Kenaikan rasio kredit bermasalah dinilai hanya sementara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kenaikan rasio kredit bermasalah yang dipicu oleh perlambatan pertumbuhan kredit dinilai bersifat temporer dan akan kembali pulih seiring perbaikan di sektor riil.

Hariyono Tjahjarijadi, Direktur Utama PT Bank MAyapada Internasional Tbk menilai beberapa sektor akan cepat menyesuaikan dengan kondisi ekonomi makro. Namun, kredit bermasalah di beberapa sektor seperti pertambangan diprediksi akan tetap memburuk karena dibebani tren penurunan harga batubara.

"Dalam waktu yang relatif tidak lama bisa kembali lancar," tukasnya kepada bisnis.com, Senin (20/4/2015).

Secara industri, Hariyono memprediksi NPL akan mengalami kenaikan seiring perlambatan pertumbuhan kredit. Kendati demikian, dia menekankan kenaikan NPL masih terkendali karena masih di bawah 100 basis poin atau 1%. Adapun hingga Maret 2015, NPL Bank Mayapada mengalami kenaikan 50 bps menjadi 1,96%

Dia mengatakan, roda ekonomi yang berjalan lamban perlu dirangsang ekspansi belanja pemerintah. Spending pemerintah perlu dipercepat," tukas Hariyono.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) sebelumnya menyatakan pertumbuhan kredit di kuartal I 2015 di bawah ekspektasi, menjadi sekitar 11%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

npl npl
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top