Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan NPL, OJK Sarankan Bank Masuk Sektor Berbasis Dalam Negeri. Kelautan Jadi Primadona

Sektor kelautan tumbuh cukup baik dan NPL-nya [non-performing loan] rendah bahkan menunjukkan penurunan.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 17 Mei 2015  |  16:45 WIB
Ilustrasi: Tambak ikan
Ilustrasi: Tambak ikan

Bisnis.com, JAKARTA— Untuk menahan laju kenaikan rasio kredit bermasalah, Otoritas Jasa Keuangan menyarankan perbankan agar masuk ke sektor dengan basis ekonomi di dalam negeri.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan sektor berbasis ekonomi dalam negeri memiliki potensi tumbuh yang lebih besar.

Muliaman mencontohkan salah satu sektor dengan basis ekonomi yang besar di dalam negeri yakni sektor kelautan. “Sektor kelautan tumbuh cukup baik dan NPL-nya [non-performing loan] rendah bahkan menunjukkan penurunan,” ujar Muliaman di Jakarta, pekan ini.

Data OJK menunjukkan NPL di sektor kelautan dan perikanan dalam 4 tahun terakhir memang mengalami tren penurunan.

Pada 2011, NPL di sektor ini sempat menyentuh posisi 5,96%.

Pada tahun berikutnya, NPL kelautan dan perikanan turun ke posisi 4,11%. Sementara itu, pada 2013 dan 2014, NPL terus turun ke 3,22% dan 2,81%.

Adapun, data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis OJK merekam hingga Februari 2015, NPL industri perbankan nasional naik 36,85% secara year on year (y-o-y) menjadi Rp89,07 triliun.

Dengan kenaikan tersebut, hingga bulan kedua tahun ini, NPL industri perbankan tercatat telah menyentuh posisi 2,42%.

Data SPI tersebut menunjukkan sektor konstruksi menjadi industri dengan NPL tertinggi yakni sebesar 5,38%. Menyusul, sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya dengan NPL sebesar 3,92%.

Di posisi ketiga, SPI mencatat sektor badan internasional dan badan ekstra internasional memiliki NPL sebesar 3,75%.

Sebelumnya, Deputi Komisioner OJK Irwan Lubis mengakui kualitas kredit yang masuk dalam kolektabilitas tingkat dua atau special mention memang rawan mengalami pemburukan di tengah kondisi ekonomi yang melambat.

Untuk itu, lanjut Irwan, perbankan diminta mengantisipasi beberapa sektor yang menunjukkan penurunan kualitas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk npl
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top