Bisnis.com, JAKARTA -- Sekelompok bankir memprediksikan relaksasi peraturan Bank Indonesia terkait pengelolaan posisi devisa neto bakal mempermudah pengelolaan devisa harian.
Adapun perubahan atas PBI No.5/13/PBI/2003 adalah tentang penghapusan kewajiban bank untuk menjaga Posisi Devisa Neto (PDN) setiap 30 menit. Atas perubahan tersebut, maka rasio PDN ditetapkan hanya setiap akhir hari.
Sekretaris Jenderal Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) A. Bimo Notowidigdo mengatakan penghapusan kewajiban memelihara PDN maksimal 20% setiap 30 menit bakal semakin mempermudah industri perbankan untuk mengelola posisi transaksi forex.
Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Surjaudaja mengungkapkan perubahan aturan yang dilakukan Bank Indonesia terhadap posisi devisa neto tidak bakal mempengaruhi aktivitas perseroan, sebab limit PDN yang dimiliki telah mencapai 20% dari modal. Menurutnya, posisi tersebut tergolong cukup untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terlepas dari ada atau tidak batas ada batasan intraday PDN yang dimonitor setiap 30 menit.
"Perubahan peraturan PDN tidak berpengaruh terhadap aktivitas kami," ungkap Parwati, Selasa (2/6/2015).
BI menyatakan dengan dihapuskannya pengelolaan PDN tiap 30 menit, maka bank diharapkan memiliki fleksibilitas dalam mengelola risiko nilai tukar dan tetap berhati-hati serta menerapkan manajemen risiko. Namun, kewajiban memelihara rasio PDN pada akhir hari tetap berlaku.
POSISI DEVISA NETO: Relaksasi Aturan BI Permudah Kelola Devisa Harian
Sekelompok bankir memprediksikan relaksasi peraturan Bank Indonesia terkait pengelolaan posisi devisa neto bakal mempermudah pengelolaan devisa harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Novita Sari Simamora
Editor : Martin Sihombing
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

19 menit yang lalu
Adu Jumlah Pelanggan dan ARPU Telkomsel, Indosat dan XLSmart
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
15 menit yang lalu
Pertumbuhan Kredit Produktif Pinjol Terhambat Risiko Pinjaman dan Biaya

1 jam yang lalu
BI Beli SBN Senilai Rp80,98 Triliun hingga 22 April 2025

1 jam yang lalu
Kala Para Lansia Terjerat Utang Digital
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
