Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Artha Graha Rancang Rights Issue

Untuk meningkatkan permodalan, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk berencana menggelar rights issue (hak memesan efek terlebih dahulu) senilai Rp300 miliar--Rp500 miliar.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 01 Juli 2015  |  17:13 WIB
Ilustrasi karyawan Bank Artha Graha menawarkan produk/http:/ - bag.interaksi.web.id
Ilustrasi karyawan Bank Artha Graha menawarkan produk/http:/ - bag.interaksi.web.id

Bisnis.com, JAKARTA--Untuk meningkatkan permodalan, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk berencana menggelar rights issue (hak memesan efek terlebih dahulu) senilai Rp300 miliar--Rp500 miliar.

Sekretaris Perusahaan Bank Artha Graha Antonius C. H. Soegianto mengatakan perbankan setiap tahun membutuhkan permodalan. Hingga Maret 2015, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 14,85%. Dia masih enggan menyebutkan waktu realisasi aksi korporasi tersebut. Menurutnya, hingga tahun ini CAR perusahaan masih mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.

"Kalau Rp300 miliar mungkin cukup, kalau diperlukan Rp500 miliar dan ada di kisaran itu untuk memenuhi kebutuhan modalnya," ungkapnya, Senin (29/6/2015).

Antonius juga tak menampak bahwa penyaluran fungsi intermediasi pada tahun ini ditargetkan tumbuh 12,5% hingga akhir tahun ini. Sementara itu, rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR), katanya, semakin melonggar yakni berada di posisi 83,1%, atau mencatatkan penurunan bila dibandingkan dengan Desember 2014 yang bertengger di posisi 87,62%.

Di sisi lain, Bank Artha Graha juga berencana untuk tidak merevisi rencana bisnis bank (RBB) meski telah ada sekelompok bank yang telah merevisi ke bawah target bank. Alasannya, karena hingga April 2015 pertumbuhan kredit bank masih on track. Adapun target pertumbuhan tahun ini dalam RBB adalah 12,5% untuk kredit dan dana pihak ketiga.

Dia mengatakan sampai saat ini, formulir permintaan kredit yang masuk cukup banyak, akan tetapi perusahaan akan berhati-hati dalam menyetujui permintaan kredit sebab rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perusahaan mengalami peningkatkan dari posisi 1,69% pada Desember 2014 menjadi 3,75%

"Awalnya kami sempat galau karena banyak bank merevisi ke bawah RBB, tetapi manajemen sekarang confidance dan yakin dengan kerja keras, target bisa tercapai," ucap Antonius.

Sementara itu, total kredit yang disalurkan pada Maret 2015 mencapai Rp17,43 triliun. Adapun komposisi sektor penyaluran kredit Bank Artha Graha hingga Maret 2015 didominasi oleh sektor jasan pertaniaan dan pertambangan, perdagangan serta konstruksi. Dia mengatakan perusahaan juga akan memperkuat segmen usaha mikro, kecil dan menengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank artha graha
Editor : Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top