Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Semester II/2015, Tidak Ada Anak Usaha BUMN IPO

Kementerian BUMN memperkirakan kemungkinan besar anak usaha BUMN tidak melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada semester II/2015 sembari menanti rampungnya kajian dari pemerintah.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 03 September 2015  |  19:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN memperkirakan kemungkinan besar anak usaha BUMN tidak melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada semester II/2015 sembari menanti rampungnya kajian dari pemerintah.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan IPO itu dalam peta-jalan (roadmap) yang sekarang disusun.

“Tahun ini nggak ada. Pasti nggak ada. Mungkin tahun depan. Tapi harus review lagi,” katanya seusai acara sinergi antar-BUMN, Kamis (3/9/2015).

Rini mengatakan pihaknya tengah mencermati situasi setiap sektor dan setiap BUMN yang ada. Dia telah meminta deputi di Kementerian BUMN dan direktur utama di BUMN tersebut untuk merinci mengenai keberadaan anak usaha tersebut.

“Jadi, memang itu yang kita lihat. Baik untuk kemungkinan memperkuat [anak usaha tersebut] atau memperbesar Bursa Efek Indonesia kita dengan IPO-kan mungkin anak usaha. Tapi, masih kita bahas,” katanya.

Seperti diketahui, pada awal tahun ini dan tahun lalu, sejumlah BUMN menyatakan berencana melepas saham anak usahanya di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Namun, sampai saat ini, baru PT PP Properti Tbk, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. yang melakukan IPO.

Anak usaha BUMN yang sempat direncanakan untuk IPO pada tahun ini antara lain PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Wika Realty itu semula berencana mengincar Rp1 triliun pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn anak usaha Rini Soemarno
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top