Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Sumbar Musnahkan Uang Tak Layak Edar Rp1,6 Triliun

Bank Indonesia memusnahkan uang tidak layak edar senilai Rp1,6 triliun guna menjaga kualitas uang kartal yang beredar di Sumatra Barat pada kuartal penghujung 2015.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 19 Maret 2016  |  01:35 WIB
BI Sumbar Musnahkan Uang Tak Layak Edar Rp1,6 Triliun
Ilustrasi. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, PADANG—Bank Indonesia memusnahkan uang tidak layak edar senilai Rp1,6 triliun guna menjaga kualitas uang kartal yang beredar di Sumatra Barat pada kuartal penghujung 2015.

Puji Atmoko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar menyebutkan terjadi peningkatan nilai dari kuartal sebelumnya yang hanya Rp1,5 triliun menjadi Rp1,6 triliun.

“Jumlah uang yang dimusnahkan meningkat dari triwulan III. Kami akan tetap intensifkan kas keliling dan layanan penukaran uang kepada masyarakat,” katanya, Jumat (18/3/2016).

Menurutnya, peningkatan jumlah uang yang dimusnakan itu sejalan dengan aktifnya kegiatan kas keliling dan penukaran uang yang dilakukan Bank Indonesia untuk menarik uang tidak layak edar dari masyarakat.

Puji mengatakan terjadi peningkatan rasio pemusnahan uang tidak layak edar terhadap jumlah yang masuk dari 54,6% pada kuartal ketiga tahun lalu menjadi 73,1% pada penghujung tahun.

Pemusnahan itu, imbuhnya, akan rutin dilakukan untuk memastikan uang yang beredar di masyarakat dalam kondisi layak.

Bank Indonesia mendorong masyarakat memperlakukan uang dengan baik, sehingga usia edar uang kuartal bisa lebih lama.

“Kalau masyarakat punya dolar pasti dirawat dengan baik, seharusnya memperlakukan rupiah juga demikian karena uang negara sendiri,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top