Ekonom: Suku Bunga Acuan Masih Cukup Kendalikan Inflasi

Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan tingkat suku bunga acuan saat ini masih cukup untuk mengendalikan inflasi dan nilai tukar, sekaligus masih cukup kondusif untuk mendorong pertumbuhan kredit.
Veronika Yasinta | 20 Agustus 2016 00:17 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom Senior Kenta Institute Eric Alexander Sugandi mengatakan tingkat suku bunga acuan saat ini masih cukup untuk mengendalikan inflasi dan nilai tukar, sekaligus masih cukup kondusif untuk mendorong pertumbuhan kredit.

Menurutnya, bank sentral masih menunggu dampak dari kebijakan moneter dan makroprudensial yang sebelumnya telah dilakukan sepanjang tahun ini, seperti suku bunga acuan sebelumnya BI Rate yang total sudah terpangkas sebesar 100 basis poin.

“Kalau terlalu agresif turunkan suku bunga juga tidak begitu baik untuk pengendalian inflasi dan nilai tukar. BI 7-day Repo Rate cukup mendukung pertumbuhan kredit dan pertumbuhan produk dometik bruto,” ujarnya, Jumat (18/8/2016).

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Agustus 2016 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate di 5,25%. Deposit facility juga dipertahankan di 4,5%, namun lending facility diturunkan sebesar 6,0% dari yang sebelumnya 7%.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan perekonomian global diperkirakan masih belum menguat meskipun sudah membaik akibat peningkatan konsumsi dan sektor tenaga kerja di Amerika Serikat.

Ekonomi AS yang tumbuh di bawah perkiraan semakin membuat ketidakpastian kenaikan Fed Fund Rate tahun ini. Selain itu, ekonomi Eropa dan China juga masih tumbuh terbatas. “Itu dibayangi dengan ketidakpastian sehingga kenaikan FFR 2016 hanya akan dilakukan sekali sepanjang 2016,” katanya.

Tag : suku bunga acuan
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top