Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Re Targetkan Premi Rp6 Triliun Sepanjang 2017

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mematok target pertumbuhan premi bruto sekitar 27,66% pada tahun ini.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 06 Februari 2017  |  07:14 WIB
PT Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo)  - Reindo
PT Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo) - Reindo

Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mematok target pertumbuhan premi bruto sekitar 27,66% pada tahun ini.

Direktur Utama Indonesia Re Frans Y. Sahusilawane menjelaskan pihaknya mematok target premi bruto stand alone senilai Rp6 triliun sepanjang tahun ini.

Pada 2016, jelasnya, perusahaan pelat merah yang ditguaskan sebagai giant reinsurer nasional ini mampu merealisasikan premi bruto senilai Rp4,7 triliun atau tumbuh hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami targetkan premi senilai Rp6 triliun. Stand alone, artinya premi Indonesia Re, tidak termasuk dari anak usaha,” ungkapnya saat ditemui Bisnis, Kamis (2/2/2017).

Untuk target konsolidasi, Frans mengatakan pihaknya mematok target premi konsolidasi sebesar Rp7 triliun. Dengan begitu, target tersebut bertumbuh sebesar 34,62% sebab sepanjang 2016 premi konsolidasi tercatat senila Rp5,2 triliun.

Frans mengungkapkan premi konsolidasi Indonesia Re, artinya meliputi pendapatan anak usaha, yakni PT Reasuransi Syariah Indonesia (ReIndo Syariah) dan PT Asuransi Asei Indonesia, itu meningkat 34,64% sebab pada akhir 2015 realisasinya tercatat sebesar Rp3,8 triliun.

Untuk merealisasikan target tersebut, Frans menjelaskan pihaknya akan terus memperkuat kapasitas modal Indonesia Re. Hingga akhir tahun lalu, jelasnya, ekuitas perseroan tercatat senilai Rp2,35 triliun atau tumbuh enam kali dibandingkan modal awal pada 2013. Indonesia Re pun menargetkan ekuitasnya mampu mencapai Rp3,5 triliun hingga akhir 2017.

“Sumbernya dari dari obligasi wajib konversi atau MCB [mandatory convertible bond] dari empat BUMN. Selebihnya dari laba,” ungkapnya. Frans menambahkan pihaknya pun mematok earning before interest and tax (EBIT) Indonesia Re hingga akhir tahun mampu mencapai Rp500 miliar secara konsolidasi dan Rp365 miliar secara stand alone.

Sepanjang tahun lalu, EBIT yang menjadi salah satu patokan kinerja BUMN ini mencapai Rp398 miliar secara stand alone. Frans menjelaskan realisasi kinerja Indonesia Re tersebut terbilang signifikan mengingat perusahaan reasuransi nasional yang dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah No.77/2015 tersebut baru beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai reasuransi indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top