Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penghimpunan Zakat Meningkat

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat meningkat terhadap pengelolaan zakat, tercermin dari kenaikan penghimpunan dana publik.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 25 Mei 2017  |  20:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat meningkat terhadap pengelolaan zakat, tercermin dari kenaikan penghimpunan dana publik.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, penghimpunan zakat, infak dan sedekah secara nasional sepanjang tahun lalu mencapai Rp5,12 triliun. Nilai itu meningkat 20% dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

“Kepercayaan masyarakay meningkat, yang dapat dilihat dari kenaikan penghimpunan dana publik," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/5).

Bambang menjelaskan perolehan dana publik tersebut bersumber dari seluruh wilayah Indonesia. Penghimpunan dana oleh Baznas pusat tercatat senilai Rp111,69 miliar, sedangkan selebihnya bersumber dari Baznas Provinsi dan Kabupaten/Daerah serta lembaga amil zakat yang dikoordinasikan. 

Adapun, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak dan sedekah pada 2016 tercatat telah mencapai sekitar 75% dari dana yang terhimpun.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan laporan keuangan Baznas 2016 juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat WTP ini adalah hasil pemeriksaan akuntan publik terhadap laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi dan diaudit menggunakan norma pemeriksaan akuntansi zakat PSAK 109 tahun 2012.

Menurutnya, pencapaian ini melengkapi prestasi yang sama pada tahun-tahun sebelumnya sejak lembaga penhimpun dan pengelola zakat ini didirikan.

“Predikat WTP ini membuktikan Baznas adalah institusi pemerintah yang terpercaya dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Bambang mengatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, Baznas akan selalu menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan. Apalagi, Baznas ditugaskan untuk mengelola dana umat sesuai amanah Undang-Undang No.23/2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Dengan capaian tersebut, pihaknya berharap masyarakat akan makin mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas.

Menyambut bulan Ramadan, Baznas memiliki berbagai program penyaluran zakat baik yang bersifat santunan maupun pemberdayaan. Berbagai program itu disiapkan lantaran rata-rata pengumpulan zakat secara nasional pada periode itu mencapai 30% dari total penghimpunan dana selama setahun.

Sejumlah program itu antara lain Ramadhan Bareng, Ramadhan Bahagia, Umar Bin Khattab, 99 Masjid Cemerlang, Teras Sehat, Paket Ramadhan Bahagia, Peluncuran Buku Khutbah Zakat, Baznas Peduli Narapidana Wanita dan Siaga Mudik.

“Semangat ini perlu didukung dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para muzaki, utamanya berupa kemudahan dalam menunaikan zakat. Pelayanan yang optimal juga terus diupayakan untuk para mustahik, golongan yang berhak menerima zakat.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baznas
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top