TEKNOLOGI FINANSIAL: Modalku Resmi Terdaftar di OJK

Bisnis.com, JAKARTA Modalku, peer-to-peer (P2P) atau financial technology (fintech) lending yang dimiliki PT Mitrausaha Indonesia Grup, secara resmi telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 08 Juni 2017  |  12:46 WIB
TEKNOLOGI FINANSIAL: Modalku Resmi Terdaftar di OJK
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA – Modalku, peer-to-peer (P2P) atau financial technology (fintech) lending yang dimiliki PT Mitrausaha Indonesia Grup, secara resmi telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Reynold Wijaya, Co-Founder dan CEO Modalku, mengatakan rampungnya proses tersebut menunjukkan bahwa pihaknya telah mendapatkan kepercayaan dari regulator dan publik.

“Serta menegaskan komitmen nyata Modalku terhadap perlindungan konsumen dengan menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/6/2017).

Reynold mengatakan saat ini P2P lending telah menjadi salah satu fokus OJK. Pada akhir tahun lalu otoritas telah menerbitkan payung hukum bagi sektor layanan jasa anyar ini, yakni Peraturan OJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Menurut dia, hal itu menunjukkan regulator melihat potensi besar bidang fintech dalam mendukung inklusi keuangan Indonesia. Apalagi, layanan jasa keuangan pinjam meminjam langsung ini akan membuka akses permodalan yang jauh lebih signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Modalku, jelasnya, pun menyediakan layanan P2P lending yang berupaya mempertumakan UMKM potensial dan para investor yang mencari saluran alternatif lewat pasar digital. Pihaknya hingga saat ini mencatat total penyaluran pinjaman usaha lebih dari Rp178 miliar ke 320 pinjaman UMKM.

“Selama ini, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan adanya regulasi yang baik, akses pinjaman bagi segmen tersebut akan lebih terbuka dan UMKM Indonesia dapat lebih mudah berkembang.”

Seperti diketahui, POJK No. 77/POJK.01/2016 menyatakan bahwa penyelenggara fintech yang telah melakukan kegiatan sebelum aturan itu diundangkan, yakni pada 29 Desember 2016, harus mengajukan permohonan pendaftaran paling lambat enam bulan sejak diterbitkannya ketentuan itu atau pada akhir bulan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peer to peer lending

Editor : Anggi Oktarinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top