Allianz Bidik Percepatan Pertumbuhan di Asia

Allianz, perusahaan asuransi asal Jerman berencana membidik percepatan pertumbuhan premi di kawasan Asia.nn
Denis Riantiza Meilanova | 25 Juni 2017 00:26 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -  Allianz, perusahaan asuransi asal Jerman berencana membidik percepatan pertumbuhan premi di kawasan Asia.

Seperti dikutip dari Insurance Asia News, Sabtu (24/6/2017), CEO Allianz untuk wilayah Asia Pasifik, George Sartorel, mengatakan saat ini wilayah Asia hanya berkontribusi sekitar 4% dari premi perusahaan. Meski begitu menurutnya, Asia memiliki potensi yang sangat besar bagi perusahaan.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Allianz tertinggal dari para pesaingnya seperti Prudential dan Axa. Prudential mampu menghasilkan 36% dari premi dari wilayah Asia, sementara Axa mampu menarik sekitar 10% dari premi.

Sartorel optimistis dapat mengejar pertumbuhan. Hal itu disebabkan saat ini Allianz tengah menunggu lisensi untuk dapat menjual asuransi online di Cina dengan menjalin kemitraan dengan mesin pencarian Baidu dan manajer aset Hillhouse Capital Management. Lisensi tersebut akan memberi akses Allianz kepada 800 juta calon konsumen.

Perusahaan asuransi Jerman tersebut juga bergabung dengan Standard Chartered awal tahun ini untuk menjual asuransi umum di Asia melalui cabang bank dan platform digital.

Tag : allianz
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top