Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Suntikan Dana, Ini Rencana Starup Cashlez

Bisnis.com, JAKARTA--CEO dan Co Founder Cashlez Teddy Setiawan mengatakan Cashlez ingin berperan untuk membantu memberikan edukasi serta sebagai solusi untuk meningkatkan transaksi non-tunai, sehingga dapat meningkatkan pendapatan terutama UMKM di Indonesia.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Juli 2017  |  20:43 WIB
Startup - olpreneur.com
Startup - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA--CEO dan Co Founder Cashlez Teddy Setiawan mengatakan Cashlez ingin berperan untuk membantu memberikan edukasi serta sebagai solusi untuk meningkatkan transaksi non-tunai, sehingga dapat meningkatkan pendapatan terutama UMKM di Indonesia.

Dia mengatakan dengan dana yang diberikan oleh Mandiri Capital sebesar US $ 2 juta PT Mandiri Capital Indonesia tersebut akan digunakan untuk menambah reader manufacture, lantaran untuk hal tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Tahun ini kami menargetkan dapat membeli 4.000 EDC dari luar negeri, dan ekspansi di kota-kota besar dan pariwisata, serta melakukan pemasaran,” kata Teddy.

Hingga saat ini, pihaknya mengatak realisasi jumlah transaksi Cashlez sebesar Rp15 miliar per bulan. Sedangkan sepanjang tahun ini, dia menargetkan dapat menjangkau volume transaksi sebanyak Rp50 miliar.

Selain mendapatkan pendanaan, pihaknya juga memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan Moka POS yang telah bersinergi dengan Mandiri Capital. Hal tersebut dilakukan sebagai strategi dalam mengintegrasikan potensi bisnis yang dimiliki oleh startup.

“Kami berharap sinergi tersebut dapat membangun ekosistem yang sepenuhnya mendukung untuk mewujudkan cita-cita pemerintah, yaitu cashless society,” kata Teddy.

Apalagi, berdasaran laporan KPMG 2017 terdapat 36% masyarakat telah memiliki akun perbankkan, namun hanya 10% yang telah mengadopsi menggunakan transaksi non-tunai. Teddy mengatakan sejak 2015 dan setelah resmi beroperasi pada September 2016, pihaknya telah memiliki kurang lebih 1000 merchant yang telah bergabung.

Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 61% mayoritas pengguna Cashlez berasal dari bisnis retail dan travel tourism.

Pihaknya mengatakan Cashlez masih mendominasi di pulau Jawa. Kendati demikian, pihaknya telah merencanakan untuk memperluas jangkauan pemasaran di beberapa daerah.

“Tahun sebelumnya kami fokus pengembangan produk, sekarang kami fokus jualan. Fokus kami di daerah metropolitan dan daerah pariwisata. Indonesia banyak pariwisata seperti Bali, Lombok dan Sulawesi. Ini yang menjadi fokus area kami,” kata Teddy.

Lebih lanjut, kata Teddy, guna medongkrak akselerasi pertumbuhan merchant untuk dapat menerima alat pembayaran menggunakan kartu, pihaknya berharap reader Cashlez dapat menerima pembayaran menggunakan e-money. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap program national payment gateway yang akan dimulai pada bulan Oktober.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Anggi Oktarinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top