Pembiayaan Syariah Multifinance : Alif Optimistis Target 2017 Tercapai

PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif) optimistis target pembiayaan pada tahun ini, meskipun realisasi pembiayaan hingga pertengahan tahun ini baru mencapai 49,83% dari total target pembiayaan sebesar Rp600 miliar.
Fitri Sartina Dewi | 22 Agustus 2017 18:32 WIB
PT Al Ijarah Indonesia Finance - Istimewa

Bisnic.com,JAKARTA - PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif) optimistis target pembiayaan pada tahun 2017, meskipun realisasi pembiayaan hingga pertengahan tahun 2016 baru mencapai 49,83% dari total target pembiayaan sebesar Rp600 miliar.

Kepala Divisi Pemasaran Alif Purwanto mengatakan hingga Juni 2017, perseroan telah menyalurkan pembiayaan Rp299 miliar atau mencapai 49,83% dari target pembiayaan sepanjang 2017.

Dari total pembiayaan yang disalurkan, dia menuturkan, sebagian besar berasal dari segmen ritel yang mencapai Rp278 miliar, sedangkan Rp21 miliar sisanya merupakan pembiayaan segmen korporasi.

Adapun, portofolio pembiayaan Alif hingga pertengahan tahun ini masih didominasi pembiayaan segmen kendaraan roda empat dengan porsi mencapai 95%, dan 5% sisanya merupakan pembiayaan kendaraan roda dua.

“Pertumbuhan pembiayaan hingga semester pertama tahun ini masih sesuai target yaitu sekitar 10%. kami optimistis pada semester kedua penyaluran pembiayaan bisa lebih baik lagi,” kata Purwanto kepada Bisnis, Selasa (22/8/2017).

Untuk menggenjot penyaluran pembiayaan di semester kedua tahun ini, dia menuturkan, pihaknya telah melakukan perluasan produk pembiayaan dengan menyasar pembiayaan investasi.

Dengan direalisasikannya upaya perluasan produk pembiayaan, jelasnya, kontribusi pembiayaan segmen korporasi diharapkan bisa meningkat signifikan. Hingga akhir 2017, kontribusi pembiayaan segmen ritel diperkirakan turun menjadi 80%, sedangkan porsi pembiayaan segmen korporasi diprediksi bisa mencapai kisaran 20% dari total pembiayaan yang disalurkan.

Menurut Purwanto, diversifikasi pembiayaan dilakukan, lantaran persaingan pembiayaan kendaraan bermotor semakin ketat.

“Porsi pembiayaan investasi akan meningkat, karena kami telah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan untuk penyaluran pembiayaan investasi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keuangan syariah

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top