Potensi Besar, Bank Permata Mulai Lirik Kredit Infrastruktur

Bank Permata mengucurkan kredit infrastruktur melalui sindikasi kepada Waskita Karya, dengan jumlah partisipasi sekitar Rp500 miliar.
Surya Rianto | 18 September 2017 15:25 WIB
Aktris Nadia Mulya mencoba aplikasi E-Bond bank Permata di depan layar pergerakan saham di Jakarta, Senin (11/9). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Permata Tbk. mulai mengarahkan penyaluran kredit kepada sektor infrastruktur sesuai dengan dinamika pasar saat ini. Hal itu setelah perseroan tergabung pada kredit sindikasi untuk PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dengan total nilai Rp5 triliun pada hari ini, Senin (18/9).

Senior Vice President Head of Corporate Banking Dedy Sahat mengatakan, dalam kredit sindikasi kepada Waskita Karya, perseroan berpartisipasi sekitar Rp500 miliar.

Adapun, kredit sindikasi itu diikuti oleh sembilan bank dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia sebagai sole mandated lead arranger and bookrunner. Lalu, Bank of China cabang Indonesia sebagai mandated lead arranger, sedangkan lead arrangers terdiri dari, PT Bank KEB Hana, PT Bank Permata Tbk., dan PT Bank OCBC NISP Tbk.

Arrangers dalam sindikasi itu antara lain, perseroan [Bank Shinhan], PT Bank CCB Indonesia Tbk., PT Bank CTBC Indonesia, dan PT Bank SBI Indonesia.

Dalam sindikasi dengan tenor lima tahun itu, bunga yang ditawarkan adalah sebesar tingkat bunga Jakarta Interbank Offered Rate) ditambah 2,77% per tahun atau posisi bunga saat ini adalah 7,77% per tahun.

Dedy menuturkan, terkait tingkat bunga yang cenderung rendah, perseroan menilai masih realistis. "Kami melihat selama masih ada margin yang cukup baik tidak terlalu masalah. Apalagi sekarang tren suku bunga cenderung terus turun," ujarnya pada Senin (18/9).

Dia melanjutkan, perseroan cukup yakin dan berani dalam berpartisipasi pad kredit sindikasi Waskita Karya. "Kalau dilihat, Waskita salah satu debitur yang bagus dan potensial," ujarnya.

Terkait merambah sektor infrastruktur, bank berkode emiten BNLI itu akan mengarahkan kredit sesuai dengan arah dinamika pasar.

Dedy menyebutkan, untuk sekarang memang arahnya infrastruktur yang lebih berkembang. "Jadi, kami pun ikut ke sana, bukan karena sekedar ingin bertumbuh, tetapi memang potensi di infrastruktur cukup besar," sebutnya.

Tag : bank permata
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top