BTN: KPR SSB Terkendala Supply

PT Bank Tabung Negara (Persero) Tbk. mengaku mengalami kendala dalam menyediakan hunian yang akan disalurkan melalui skema selisih subsidi bunga atau SSB lantaran kurangnya supply yang tersedia.
Andry Winanto
Andry Winanto - Bisnis.com 26 September 2017  |  00:38 WIB
BTN: KPR SSB Terkendala Supply
Layanan nasabah di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabung Negara (Persero) Tbk. mengaku mengalami kendala dalam menyediakan hunian yang akan disalurkan melalui skema selisih subsidi bunga atau SSB lantaran kurangnya supply yang tersedia.

Direktur Konsumer Bank BTN Handayani mengatakan jumlah antara permintaan dan persediaan yang tidak imbang menjadikan program penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) skema SSB tidak berjalan dengan cepat.

“Sebenarnya jika berbicara KPR bersubsidi, itu demand-nya banyak sekali. Sementara, supply-nya ini yang kurang,” tuturnya di Jakarta, akhir pekan lalu (22/9/2017).

Handayani menjelaskan, pihaknya terus mendorong para pengembang yang telah bekerjasama dengan perseroan untuk meningkatkan speed mereka dalam menyelesaikan proyeknya. Dia mencontohkan, seperti peresmian hunian bersubsidi yang beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Target penyelesaian yang dipatok sekitar 4.000 rumah dapat rampung tepat waktu, namun baru sekitar 1.800 rumah saja yang sudah ready saat ini.

Proyek hunian yang layak mendapatkan KPR SSB adalah rumah dengan nilai jual sekitar Rp123 juta per unit, sementara apartemen atau rumah susun yang bernilai jual Rp 320 juta per unit. SSB hanya diberikan kepada pekerja tetap yang memiliki penghasilan maksimal Rp 4 juta per bulan untuk rumah bersubsidi dan maksimal Rp7 juta per bulan untuk pembelian apartemen bersubsidi.

Bank spesialis kredit perumahan ini, ditargetkan pada 2017 dapat menyalurkan 170.000 unit rumah melalui skema SSB atau setara Rp19 triliun. Hingga Agustus 2017, Bank BTN telah menyalurkan sebanyak 97.376 unit rumah dengan nilai Rp11,35 triliun. Dengan capaian tersebut, berarti bank dengan sandi emiten BBTN ini harus mengejar kekurangan 72.624 unit rumah lagi yang belum disalurkan atau sekitar 42% dari total target disisa tahun berjalan.

Sementara itu, realisasi KPR BTN sampai dengan paruh pertama 2017 tumbuh 19,13% menjadi Rp127,49 triliun secara year on year. Kenaikan tersebut disumbang penyaluran KPR subsidi yang tumbuh 28,34% menjadi Rp63,99 triliun. Adapun, KPR nonsubsidi tercatat tumbuh 11,09% menjadi Rp63,49 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup