Perkuat Segmen Ritel, Asuransi Astra Pacu Layanan Digital

PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), anak usaha PT Astra Internasional Tbk. di sektor asuransi kerugian, memperkirakan dalam tiga tahun ke depan dapat memperoleh 15% - 20% pendapatan bisnis ritel dari kanal distribusi digital .
Oktaviano DB Hana | 10 Oktober 2017 21:10 WIB
Karyawan Asuransi Astra melayani nasabah, di Jakarta, Rabu (13/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), anak usaha PT Astra Internasional Tbk. di sektor asuransi kerugian, memperkirakan dalam tiga tahun ke depan dapat memperoleh 15% - 20% pendapatan bisnis ritel dari kanal distribusi digital .

Suparno Djasmin, Direktur PT Astra Internasional Tbk. (ASII), mengatakan Asuransi Astra sudah mulai mengembangkan platform digital sejak beberapa tahun terakhir. Namun, dia menilai upaya tersebut sebenarnya ditujukan untuk melakukan inovasi layanan di tengah era digital.

“Jadi, memang targetnya terus berinovasi. Tidak melulu untuk target premi,tetapi bisa memperkenalkan digital tools untuk berasuransi kepada masyarakat,” ungkapnya di sela-sela peluncuran layanan anyar, Garda Oto Digital, Selasa (10/10/2017).

Namun, Suparno mengatakan pihaknya tetap berharap dalam tiga tahun ke depan setidaknya 15%-20% perolehan premi bruto Asuransi Astra bisa dikontribusikan oleh layanan digital.

“15% - 20% dalam tiga tahun ke depan sudah bagus, dan itu tergantung dengan upaya asuransi dalam memprosikan layanan ini. Digital ini menjadi keharusan, harus di-push ke depan,” ujarnya.

Rudy Chen, CEO PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), mengatakan pihaknya meluncurkan Garda Oto Digital guna menawarkan cara baru berasuransi di era digital. Pasalnya, dia mengatakan layanan eksklusif yang awalnya dapat dinikmati masyarakat di Jakarta itu akan sangat memudahkan nasabah sejak membeli produk hingga melakukan klaim.

“Akuisisi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja dan begitu juga klaim. Bisa langsung disurvei, kendaraan dibawakan ke bengkel dan diantarkan kembali ke konsumen,” jelasnya.

Rudy mengatakan ke depan pihaknya akan menjajaki layanan baru itu di sejumlah kota besar dengan tingkat penggunaan smartphone terbilang tinggi.

Selain layanan baru itu, Rudy mengatakan pihaknya menyempurnakan dua aplikasi mobile, yaitu Garda Mobile Otocare v3.0 dan Garda Mobile Medcare v2.0. Aplikasi itu diklaim memberikan fitur-fitur terbaru yang dapat dinikmati pelanggan dan calon pelanggan, khususnya komunitas.

Kendati begitu, dia menilai pihaknya tidak mematok target tertentu dengan peluncuran layanan tersebut. “Peningkatan premi tidak menjadi tujuan utama peluncuran ini, tetapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang berasuransi,” ungkapnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top