Anak Usaha Kospin Jasa Siap Melantai di Bursa

Bisnis.com, JAKARTAPT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah), perusahaan asuransi jiwa yang merupakan anak usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa atau Kospin Jasa, siap menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk menyongkong modal kerja perseroan.
Farodlilah Muqoddam | 26 November 2017 17:51 WIB
Salah satu kantor cabang Kospin Jasa - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMA Syariah), perusahaan asuransi jiwa yang merupakan anak usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa atau Kospin Jasa, siap menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk menyongkong modal kerja perseroan.

Presiden Direktur JMA Syariah Ibrahim mengatakan melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana senilai Rp50-Rp60 miliar dari pelepasan 40% saham perseroan.

"Dana seluruhnya akan dipergunakan sebagai modal kerja perseroan dan digunakan untuk penempatan instrumen investasi jangka pendek kurang dari 1 tahun," ujar Ibrahim usai Public Expose dan Due Diligence Meeting di Jakarta, Kamis (23/11).

Proses IPO anak usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) itu  saat ini tengah memasuki masa book building hingga 28 November 2017. Pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 18 Desember 2017.

Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta saham biasa atas nama yang berasal dari portepel atau sebanyak 40% dari jumlah seluruh modal disetor.  Harga pelaksanaan IPO kepada publik ditetapkan di level Rp100 per saham.

Bila berjalan mulus, JMA Syariah akan menjadi perusahaan asuransi jiwa syariah pertama yang melantai di bursa.

Selain untuk modal kerja, dana juga akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Direktur JMA Syariah Basuki Agus mengungkapkan  tahun depan pihaknya akan melakukan pengembangan produk dan jalur distribusi.

Tahun depan perseroan berencana menambah enam produk asuransi individu. Saat ini JMA Syariah baru memiliki 10 produk asuransi yang terdiri 4 produk individu dan 6 produk kumpulan. 

Pada 2018, perseroan ingin lebih fokus menyasar segmen bisnis individu. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mengembangkan jalur distribisi agensi.

“Tahun ini kami membentuk agensi, baru mau tumbuhkan optimal 2018. Sekarang kami baru bikin sistem dan format, Januari baru pick off,” kata Basuki.

Dia mengharapkan tahun depan porsi segmen individu dapat mencapai 20% dari total portofolio perseroan. Selain mengembangkan produk individu, perseroan juga akan mengembangkan produk unit-linked tahun depan. 

Terkait target pertumbuhan tahun depan, Ibrahim menuturkan pihaknya membidik kontribusi atau premi dapat mencapai Rp120 miliar atau tumbuh kurang lebih tiga kali lipat dari realisasi tahun ini. Dia menyebutkan kontribusi bruto perseroan per Oktober 2017 telah mencapai Rp45 miliar atau tumbuh sekitar 400% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Untuk mengejar target rencana 2018, strategi yang diterapkan perseroan antara lain adalah mengembangkan pemasaran ke daerah potensial, melakukan diversifikasi produk, serta menjalin kemitraan dengan lembaga lainnya, seperti agensi, broker, dan koperasi.

Basuki menilai perseroan memiliki potensi pengembangan yang cukup potensial.  Dengan dukungan dari induk usaha, perseron berpotensi menggarap captive market nasabah Kospin yang mencapai 700 ribu nasabah.

“Didukung Kospin memudahkan kami penetrasi ke pasar,” kata Basuki. (Denis Riantiza Meilanova)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi jiwa indonesia, kospin jasa

Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top