Tiga Bank Pelat Merah Keroyokan Kucurkan Kredit ke Pelindo I

Tiga bank pelat merah, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., keroyokan mengucurkan kredit sektor kepelabuhanan ke PT Pelindo I (Persero),
Ropesta Sitorus | 30 November 2017 16:41 WIB
Deputi Bidang Usaha KSPP Kementerian BUMN Ahmad Bambang (tengah) berfoto bersama Direktur Utama Askrindo Asmawi Syam (kiri), dan Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana seusai penandatanganan kerja sama, di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga bank pelat merah, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., bersama-sama mengucurkan kredit ke PT Pelindo I (Persero).

Bank Mandiri menawarkan pinjaman transaksi khusus senilai Rp350 miliar untuk membantu pembiayaan belanja modal (capex) Pelindo I.

Senior EVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, pinjaman tersebut nantinya akan menjadi bagian dari kredit sindikasi yang rencananya disalurkan sejumlah bank BUMN.

"Kami berharap dukungan ini dapat membantu Pelindo I dalam melaksanakan peran strategis memastikan konektivitas di wilayah Indonesia bagian Barat," kata Alexandra, Rabu (29/11).

Khusus untuk sektor kepelabuhanan, Bank Mandiri telah menyalurkan komitmen pembiayaan hingga Rp7,6 triliun kepada Pelindo I-IV hingga Oktober 2017 dengan realisasi pencairan sebesar Rp2 triliun.

Saat ini, sinergi antara Pelindo I dan Bank Mandiri juga telah direalisasikan dalam pemanfaatan fitur host to host, auto collection dan bill payment untuk penerimaan penggunaan jasa pelabuhan di wilayah kerja Pelindo I.

"Pemanfaatan fitur tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penerimaan pendapatan Pelindo I sehingga dapat lebih dimanfaatkan untuk ekspansi perusahaan," katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya berkomitmen untuk terus membangun sektor kepelabuhanan sebagai dukungan pada percepatan pembangunan infrastruktur kelautan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Bank BRI juga memberikan fasilitas pembiayaan kredit sebesar Rp350 milyar kepada Pelindo I.

Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Sis Apik Wijayanto mengatakan kredit tersebut diperuntukkan untuk pembiayaan investasi perusahaan meliputi fasilitas dermaga, bangunan, serta alat-alat penunjang operasional pelabuhan.

Selain pembiayaan investasi, Bank BRI juga memberikan layanan supply chain financing bagi perusahaan rekanan Pelindo I untuk memperkuat bisnis layanan kepelabuhan. 

“Dukungan kepada Pelindo I melalui pemberian pinjaman ini merupakan kelanjutan dari komitmen BRI untuk mendukung pembiayaan sektor transportasi, khususnya dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan yang digulirkan pemerintah,” kata Sis Apik.

Bank wong cilik itu juga turut memfasilitasi penyediaan layanan transaksi cashless di Pelindo I melalui uang elektronik BRI (Brizzi) sebagai bagian dari implementasi sistem pembayaran terintegrasi.

Penggunaan BRIZZI di wilayah operasional Pelindo I dapat digunakan untuk berbagai pembayaran seperti di pintu masuk pelabuhan, pembelian tiket, pembayaran karantina, gudang, hingga transaksi di merchant.  

Dengan adanya inovasi kartu BRIZZI yang dapat digunakan di pelabuhan, pengguna jasa Pelindo I tidak perlu lagi melakukan pembayaran secara tunai saat masuk pelabuhan. 

“Kami berharap Bank BRI dapat terus berperan aktif di dalam sistem operasional pembayaran jasa-jasa pelabuhan dengan memberikan kemudahan channel pembayaran,” ujar Sis Apik.

Sementara itu Bank BNI juga turut serta mendukung bisnis Pelindo I dengan memberikan dukungan pembiayaan senilai Rp 731 miliar kepada perusahaan anak PT Pelindo I (Persero), yaitu  PT Prima Multi Terminal.

“Pembiayaan ini digunakan sebagai kredit investasi untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung. BNI juga dalam tahap pembicaraan akhir untuk menyalurkan kredit lainnya kepada Pelindo I,” kata Direktur BNI Anggoro Eko Cahyo.

Selain itu BNI juga terus melengkapi layanannya dengan menyediakan kartu uang elektronik (BNI Tapcash) khusus pelabuhan.

Uang elektronik BNI Tapcash khusus pelabuhan dapat dipergunakan sebagai alat bayar, alat transaksi, dan identitas para pengguna jasa kepelabuhanan di lingkungan Pelindo I, antara lain perusahaan shipping line, perusahaan logistik, hingga perusahaan bongkar muat.

Anggoro mengatakan integrasi layanan mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan jasa-jasa kepelabuhanan di Indonesia, yang biasa disebut Port Service Financing, masih tergolong baru dalam layanan perbankan di Indonesia.

Port Service Financing ini merupakan skim pembiayaan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di Pelindo I yang diintegrasikan dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan.

“Port Service Financing yang kami siapkan ini memberikan banyak manfaat, antara lain bagi Pelindo I, akan ada ketepatan atau kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan. Adapun bagi para pengguna jasa kepelabuhan, layanan kami ini dapat  memperlancar cash flow usaha,” ujarnya.

 

Tag : bank bumn
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top