Amartha Salurkan Pembiayaan Rp205,5 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan financial technology atau fintech bidang peer to peer lending, PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp205,5 miliar.
Asteria Desi Kartika Sari | 13 Desember 2017 21:31 WIB
Amartha finance -

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan financial technology atau fintech bidang peer to peer lending, PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp205,5 miliar.

Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putera mengatakan, Amartha telah menyalurkan pembiayaan kepada 70.000 mitra, dengan total realisasi pembiyaan sebesar Rp205,5 miliar. Dengan sistem tanggung renteng, Taufan mengklaim non performing loan atau rasio kredit macet masih sebesar 0%.

"Kami masih menggunakan sistem tanggung renteng, dengan membentuk kelompok 15-25 orang. Jadi seluruh anggota saling menjamin satu sama lain. Itu dilakukan untuk mitigasi kredit," kata Taufan di kantor Amartha, Rabu (13/12/2017)

Dia menuturkan dari penyaluran pembiayaan tersebut, mayoritas dari segmen perdagangan yang porsinya mencapai 80%, sesanya berasal dari pertanianm peternakan, perumahan, industri rumah tangga, jasa, air dan sanitasi, pendidikan, serta kesehatan.

Lebih lanjut, dia mengatakan penyaluran pembiayaan bukanlah menjadi fokus utama Amartha yang baru memulai bisnis fintech pada 2016 lalu. Dia menggaku lebih mengutamakan pengembangan akses ke pedesaan terlebih dahulu. Seiring dengan pengembangan penetrasi tersebut pihaknya akan bertahap mengenalkan produk-produk Amartha kepada masyarakat.

Selain menyediakan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, Amartha juga menjadi wadah untuk berinvestasi. Dia mengatakan melalui bisnis ini, investor akan memperoleh imbal hasil rata-rata 15%. Saat ini, lanjutnya, investor yang telah terdaftar hampir 27.000 . Dia menuturkan investor yang menanamkan modal mayoritas 90% adalah investor ritel, sisanya 10% merupakan investor institusi.

Sebagai jaminan investasi tersebut, Investasi telah dilindungi oleh risk-assurance fund dari Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Selain itu, investor juga dapat melakukan kegiatan investasi yang tidak hanya menguntungkan secara finansial namun juga memberikan dampak sosial yang cukup besar.

Tag : fintech
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top