Sindikasi Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Bank Permata Ambil Porsi Rp500 Miliar

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Permata Tbk. besarta enam bank nasional dan PT Sarana Multi Infrastruktur melakukan penandatanganan kredit investasi untuk pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.
Andry Winanto | 27 Desember 2017 21:59 WIB
Seorang karyawati Bank Permata menghitung uang - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk. besarta enam bank nasional dan PT Sarana Multi Infrastruktur melakukan penandatanganan kredit investasi untuk pengembangan Jalan Tol Trans-Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Direktur Wholesale Banking Bank Permata Darwin Wibowo mengatakan, dalam sindikasi kali ini perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp500 miliar.

“Bagi kami penyaluran kredit sindikasi dalam infrastruktur tersebut cukup besar,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Terkait rencana sindikasi tahun depan, Darwin mengaku pihaknya akan terus ambil bagian dalam proyek yang didukung oleh pemerintah, khususnya pada sektor infrastruktur. Namun, dia belum dapat merinci lebih jauh berapa alokasi anggaran yang akan disediakan untuk masuk pada sektor tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi secara intensif dengan pihak terkait, tapi belum tahu pastinya karena berapa masih dalam tahap negosiasi,” tuturnya.

Selain Bank Permata, keenam bank nasional yang turut serta dalam sindikasi Jalan Tol Trans-Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank CIMB Niaga, Bank ICBC Indonesia, dan Bank Maybank. Total, pendanaan dari perbankan tersebut mencapai nilai Rp8,07 triliun.

Adapun, nilai investasi pembangunan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah sebesar Rp16,7 triliun dengan skema pemenuhan melalui equity PT Hutama Karya selaku pengembang sebesar Rp8,7 triliun.

Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang memiliki rute sepanjang 140 kilometer tersebut merupakan salah satu dari 24 ruas Jalan Tol Trans-Sumatera yang dikembangkan oleh Hutama Karya melalui penugasan dari pemerintah.

Bank Permata sendiri hingga kuartal III/2017 telah membukukan laba bersih sebesar Rp708 miliar. Capaian tersebut jauh melesat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan catatan rugi bersih Rp1,32 triliun.

Dari sisi penyaluran kredit, bank dengan kode emiten BNLI tersebut per September 2017 membukukan penurunan pertumbuhan kredit sebesar 17% menjadi Rp84,39 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tag : bank permata
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top