Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Manjakan Nasabah untuk Himpun Dana Murah

Bisnis.com, JAKARTA Produk dan layanan menjadi aspek krusial bagi perbankan guna meraup nasabah simpanan tabungan dan giro lebih banyak.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 13 Februari 2018  |  17:59 WIB
Manjakan Nasabah untuk Himpun Dana Murah

Bisnis.com, JAKARTA — Produk dan layanan menjadi aspek krusial bagi perbankan guna meraup nasabah simpanan tabungan dan giro lebih banyak.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David Sumual berpendapat, selain produk yang menarik, kemudahan akses layanan teknologi tentu menjadi faktor pertimbangan bagi seorang nasabah untuk menempatkan simpanan tabungan atau gironya di bank.

“Bank tentu punya strategi masing-masing untuk menaikkan dana murah. Produk yang menarik dan kemudahan mengakses layanan bank akan jadi pertimbangan,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/2/2018).

Porsi current account saving account alias CASA pada bank umum per November tahun lalu sebesa 54,5%. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui persentase tersebut setara dengan Rp2.834 triliun atau tumbuh 9,76% (yoy)dari Rp2.582 triliun.

Penghimpunan CASA atau dana murah per November tahun lalu terdiri dari simpanan giro senilai Rp1.221 triliun dan tabungan Rp1.613 triliun. Jumlah giro ini setara dengan porsi 23,48% dari total dana pihak ketiga (DPK) sedangkan tabungan setara 31,02%.

David menuturkan bahwa pertumbuhan porsi dana murah berkorelasi erat dengan aktivitas ekonomi. Apabila kegiatan atau pertumbuhan ekonomi baik maka selayaknya penempatan dana pada tabungan dan giro meningkat.

“Pertumbuhan simpanan berjangka cukup tinggi sejak awal tahun lalu, tetapi pada akhir tahun CASA mulai naik seiring pergerakan ekonomi yang membaik,” kata dia.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat pula bahwa per November tahun lalu total DPK tercatat Rp5.199 triliun. Nilai ini menunjukkan kenaikan 9,78% dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2016 sejumlah Rp4.736 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana murah
Editor : Farodilah Muqoddam

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top