Sprint Asia Technology Hadirkan Dompet Elektronik Bayarind

PT Sprint Asia Technology menguji coba produk dompet elektronik (e-wallet) yang diberi nama Bayarind.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 Februari 2018  |  01:34 WIB
Sprint Asia Technology Hadirkan Dompet Elektronik Bayarind
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, TANGERANG SELATAN - PT Sprint Asia Technology menguji coba produk dompet elektronik (e-wallet) yang diberi nama Bayarind. Sebagaimana dompet digital yang telah ada, produk berbasis financial technology (fintech) ini dirancang sebagai gerbang transaksi terintegrasi yang menawarkan kemudahan pembayaran. 

CEO Sprint Asia Technology Setyo Harsoyo menjelaskan kelebihan produk ini adalah sumber dana berasal dari tiga platform, yakni kartu kredit, transfer bank, dan top up langsung ke agen. Tiga patform tersebut juga mewakili segmentasi konsumen yang berbeda, mulai dari kalangan ekonomi atas, menengah, hingga bawah. 

"Kami ambil segmen yang atas pakai kartu kredit, segmen menengah, dan orang-orang yang tidak bisa akses ke bank atau unbankable," kata Setyo saat acara beta testing Bayarind di Food Markette BSD Tangerang Selatan Sabtu (17/2/2018). 

Aplikasi Bayarind, yang dipakai oleh konsumen, berpasangan dengan Pasarind, digunakan oleh agen atau merchant yang bekerja sama. Setyo mengatakan dalam tahun ini pihaknya mematok target menggaet 1 juta pengguna dan bekerjasama dengan 100 ribu merchant di seluruh Indonesia. 

Tak hanya menyasar merchant-merchant papan atas di pusat-pusat kota, Bayarind juga disiapkan untuk masuk ke lini masyarakat paling bawah, hingga ke warung pecel lele, toko kelontong, tukang sayur keliling, maupun petani di area terpencil yang tak terjangkau akses bank. 

"Kita tahu orang yang punya rekening bank itu baru 35% dari penduduk Indonesia, berarti masih ada 65% yang belu punya akses ke bank. Nah kita akan mengakses itu," jelas dia. 

Usai uji coba dan tes pasar, Bayarind akan diluncurkan dalam waktu dekat. Setyo enggan membocorkan jumlah investasi yang digelontorkan perusahaan IT asli Indonesia tersebut dalam pengembangan produk ini. 

Namun ia optimistis, meski tidak mendapat suntikan dana dari luar, Bayarind akan mendapat tempat di pasar fintech tanah air dengan strategi yang telah disiapkan.  

Ada beberapa kota di luar Jakarta yang telah dibidik untuk dipasarkan produk ini. 

"Tahun ini kami ingin hadir di beberapa kota, tapi belum bisa disclose kotanya dimana saja. Inginnya rata semua pulau tahun ini, Sumatera beberapa kota, Kalimantan beberapa kota," jelas Setyo.  

Sebagai informasi, Sprint Asia Technology merupakan perusahaan di bidang IT. Sebelum menguji coba produk ini, Sprint Asia telah lebih dulu menjalankan bisnis digital messaging dan payment gateway. Di bidang payment gateway, Sprint Asia sudah bekerjasama dengan 500 e-commerce. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top