BJB Raup Laba Rp1,6 Triliun

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk menutup 2017 dengan pencapaian positif. BJB berhasil membukukan laba bersih Rp1,6 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.
Puput Ady Sukarno | 18 Februari 2018 18:30 WIB
Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan (tengah) didampingi jajaran direksi dan komisaris berfoto bersama seusai memaparkan kinerja perusahaan di Jakarta, Jumat (27/10). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk menutup 2017 dengan pencapaian positif. BJB berhasil membukukan laba bersih Rp1,6 triliun atau tumbuh 1,5% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan mengatakan pertumbuhan laba itu sejalan dengan meningkatnya penyaluran kredit perseroan yang mencapai Rp70,7 triliun, atau tumbuh 12% dibandingkan tahun sebelumnya Rp63,144 triliun.

"Menutup 2017, BJB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun, tumbuh 1,5%, yang didukung oleh pertumbuhan ekspansi kredit kami di berbagai sektor," ujarnya saat ditemui di sela acara Analyst Meeting Bank BJB di Ritz Chalton, Jakarta, akhir pekan ini.

Ahmad menerangkan dari sisi pertumbuhan kredit BJB, mayoritas ditopang kontribusi kredit mikro yang tumbuh 33%, kredit komersial tumbuh 25,2%, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 17,2% dan kredit konsumer tumbuh 6,5%.

Pendorong utama pertumbuhan kredit konsumer masih ditopang kredit pegawai negeri sipil dan pensiunan. Kredit penyusunan BJB pada akhir 2017 meningkat menjadi Rp10,1 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,7 triliun.

"Kredit komersial banyak didukung proyek-proyek APBN maupun APBD. Kredit mikro dan KPR kita juga tumbuh signifikan. Total pertumbuhan ekspansi kredit 12%, di atas rata-rata industri yang pada November posisinya 7,6%," terangnya.

Selain mencatat pertumbuhan kredit yang baik, tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan berhasil diturunkan 18 basis point dibanding tahun sebelumnya 1,53% sehingga menjadi sebesar 1,51%.

"Tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) kembali berhasil diturunkan menjadi sebesar 1,5%, turun sebesar 18 basis point dibandingkan tahun sebelumnya, dan tahun ini kami akan jaga di level tersebut," ujarnya.

Menurut Ahmad membaiknya NPL tersebut juga seiring telah dibentuknya divisi khusus terkait penyelamatan dan penyelesaian kredit, sehingga proses penyehatan lebih maksimal dan terselesaikan dengan baik.

Adapun total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp81 triliun tumbuh sebesar 11,2% y-o-y. Selain itu fee based income juga mengalami kenaikan sebesar 24,5% (y-o-y). Kemudian dengan kinerja yang baik tersebut, total aset menjadi sebesar Rp108,4 triliun atau tumbuh 13,1% (y-o-y).

"Target kredit kami tahun ini diharapkan pertumbuhannya sekitar 11%-12% dan DPK juga pada kisaran tersebut 11%-12%," ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa, capaian BJB sebagai bank peringkat 13 terbesar nasional saat ini menjadi bukti bahwa Bank BJB terus tumbuh dan berkembang untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi 10 bank terbesar Indonesia.

Selain itu, kata dia, kinerja saham Bank BJB (BJBR) yang stabil selama 2017 itu juga diakui telah membawa BJBR masuk ke dalam perhitungan indeks LQ-45. Salah satu tolak ukur dalam perhitungan indeks LQ45 yaitu BJBR merupakan salah satu perusahaan yang mempunyai nilai transaksi tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun, sejumlah upaya yang bakal dilakukan pihaknya dalam mempertahankan konsistensi itu, antara lain dengan melakukan inovasi dan pengembangan produk, guna mempermudah layanan kepada nasabah.

Menurutnya, salah satu produknya itu adalah T-Samsat BJB. T-Samsat BJB adalah layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang bisa dilakukan melalu sistem cicil atau angsur.

 

Tag : bank bjb
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top