Selain KPR, BTN Pacu Juga Bisnis Bancassurance

Direktur Bank BTN, Dasuki Amsir mengatakan realisasi pendapatan dari lini bisnis bancassurance hingga akhir 2017 mencapai Rp52,081 miliar. Porsi bancassurance terhadap fee based income BTN saat ini sekitar 40%.
Puput Ady Sukarno | 21 Februari 2018 18:31 WIB
(kiri ke kanan)Vivin Arbianti Chief Marketing and Product Management Generali Indonesia, Yuliana Tjong Partnership Distribution Group Head Generali Indonesia, Dasuki Amsir Direktur Bank BTN, Suryanti Agustinar Head of Non-Subsidized Lending Division Bank BTN, Sri RM Sudarsari Head of Wealth Management Division Bank BTN./Bisnis - Puput Any Soukarno

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk., (BBTN) menargetkan kontribusi lini bisnis bancassurance terhadap fee based income atau pendapatan nonbunga perseroan tahun ini dapat tumbuh hingga 26,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Direktur Bank BTN, Dasuki Amsir mengatakan realisasi pendapatan dari lini bisnis bancassurance hingga akhir 2017 mencapai Rp52,081 miliar.

"Porsi bancassurance terhadap fee based income kita saat ini sekitar 40%. Pada tahun ini porsi bancassurance terhadap fee based income tersebut ditargetkan tumbuh 26,7%," tuturnya di sela-sela Peluncuran G-PRO di Menara BTN, Rabu (21/2/2018).

Pihaknya berupaya mewujudkan target tersebut dengan menghadirkan sejumlah variasi produk bancassurance, termasuk menghadirkan produk G-PRO yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa Generali Indonesia.

G-PRO merupakan produk ketiga hasil sinergi Generali Indonesia dan Bank BTN setelah produk G-PLAN dan G-OPTIMA yang diluncurkan pada 2014 & 2017.

Secara total BTN menawarkan 15 produk bancassurance untuk seluruh nasabah Bank BTN. "Dengan variasi produk ini, Bank BTN berharap kontribusi bancassurance kepada fee based income atau pendapatan non bunga terus terdongkrak," ujarnya.

Direktur Konsumer Banking Bank BTN Budi Satria sebelumnya mengatakan bahwa saat ini perseroan mulai menjaga proporsi pendapatan, dari sebelumnya lebih mengandalkan pendapatan berbasis bunga pinjaman, namun sekarang porsi tersebut bakal diperbaiki dengan menumbuhkan juga pendapatan berbasis income.

BTN membidik perolehan peningkatan pendapatan non bunga [fee based income] tahun ini mampu menembus hingga 10% dari porsi total pendapatan perseroan.

"Untuk BTN sendiri terus terang komposisi fee based income kita akan terus kembangkan. Saat ini porsinya baru sekitar 6% - 7% dari total pendapatan dan ini akan kita kejar untuk sampai 10% dulu," tuturnya.

Budi menerangkan bahwa besaran nilai pendapatan berbasis income pada 2017 sebesar 7% tersebut mencapai sekitar Rp1,8 triliun (inaudited). Realisasi tersebut tumbuh dua kali lipat dibandingkan pada 2016.

"Saat ini per akhir 2017, total fee based income kita dibawah Rp 2 triliun, sekitar Rp1,8 triliun. Tumbuh dua kali lipat dibandingkan 2016. Kalau bank lain mungkin lebih tinggi lagi, tapi kita dapat 10% sudah lumayan lah untuk langkah awal ini," terangnya.

Luncurkan G-PRO

Sementara itu salah satu varian produk bancassurance yang kembali diluncurkan Bank BTN bersama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) adalah Generali Protection (G-PRO).

G-PRO adalah produk asuransi bagi para nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang memungkinkan nasabah mendapatkan perlindungan tambahan berupa manfaat asuransi saat mengalami resiko hidup seperti tutup usia dan penyakit kritis.

Vivin Arbianti, Chief Marketing and Product Management Generali Indonesia mengatakan peluncuran G-PRO merupakan bentuk komitmen Generali Indonesia yang secara aktif melindungi dan meningkatkan kehidupan masyarakat melalui produk asuransi bagi siapapun.

Menurutnya G-PRO merupakan produk asuransi jiwa pertama di Indonesia yang melekat dengan komponen aset, dalam hal ini kepemilikan rumah. "Ini merupakan inovasi Generali yang memberikan ketenangan pikiran untuk para nasabah dan keluarga berupa additional protection dengan premi yang sangat terjangkau," ujar Vivin.

G-PRO mampu mengamankan masa depan keluarga nasabah melalui manfaat asuransi sebesar 12x angsuran bulan berjalan jika nasabah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, manfaat asuransi sebesar 6x angsuran bulan berjalan diberikan jika nasabah terdiagnosa penyakit kritis seperti kanker, stroke, serangan jantung, koma dan gagal ginjal. Dengan premi ringan hanya sebesar 1,5% dari cicilan bulan berjalan, manfaat asuransi ini akan diberikan secara sekaligus atau Lump Sum Payment.

Tag : btn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top