BNI Pacu Kontribusi Anak Usaha Hingga Rp1,7 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mendorong optimalisasi sinergi perusahaan anak demi meningkatkan kontribusi terhadap laba perseroan.
Ropesta Sitorus | 14 Maret 2018 19:10 WIB
Warga menukar uang pecahan pada mobil kas keliling Bank Negara Indonesia di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Senin (5/6). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mendorong optimalisasi sinergi perusahaan anak demi meningkatkan kontribusi terhadap laba perseroan.

Wakil Pemimpin Divisi Pengembangan Perusahaan Anak BNI Anung Fajar Nugroho menyatakan kontribusi anak usaha terhadap pendapatan BNI secara konsolidasi menunjukkan tren kenaikan sepanjang tahun.

Pada tahun 2017, kontribusi dari lima anak usaha ke perusahaan induk mencapai 9,8% atau berkisar Rp1,28 triliun, yang terdiri dari pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) Rp553 miliar dan keuntungan usaha Rp732 miliar.

“Tahun 2018 ini naik lagi, kami punya target 10,6% dari total laba BNI atau sekitar Rp1,7 triliun. Rasanya kami optimisitis itu untuk bisa tercapai karena perkembangannya trennya membaik, selalu ada kenaikan tiap tahun,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam menggenjot kontribusi laba anak usaha, pihaknya melakukan sinergi dan memperkuat simpul bisnis yang ada, baik bank maupun nonbank.

Dengan kata lain, kebutuhan nasabah dipenuhi baik oleh induk usaha maupun anak-anak usaha yang ada seperti BNI Syariah, BNI Life, BNI Asset Management, BNI Sekuritas, dan BNI Multi Finance.

“Sinergi yang kami lakukan itu sudah menunjukkan hasil yang positif. Kami memberikan layanan keuangan yang komplit, dari bank dan nonbank. Misalnya perusahaan yang ingin mendapatkan dana bisa masuk ke pasar modal, obligasi atau IPO yang dibantu oleh BNI Sekuritas,” jelasnya.

Dari lima anak usaha yang ada, perusahaan dengan kontribusi terbesar diberikan oleh BNI Life dan BNI Syariah.

Direktur BNI Life Intan Abdams Katoppo menambahkan total pendapatan pada tahun 2017 mencapai Rp5,7 triliun dengan total laba sebesar Rp374 miliar.

“3 tahun lalu market share kami cuma 1% tapi tahun 2017 lalu sudah naik menjadi 4,7%. Kami sudah masuk 10 besar sekarang dengan posisi nomor 7 di market,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Intan menuturkan, dalam meningkatkan pasar, pihaknya menyasar segmen pasar usaha kecil menengah yang dianggap masih memiliki prospek besar.

Selain itu BNI Life juga akan mendorong micro insurance dengan mengoptimalkan peran agen BNI46 yang saat ini berjumlah sekitar 69.000 agen sebagai tenaga penjual.

“Untuk produknya, kami akan keluarkan beberapa produk unit link yang lebih marketable dan menghasilkan nilai yang lebih tniggi, selain itu kami juga akan masuk ke digital sejalan dengan BNI yang sangat aktif di digital market,” jelasnya.

Tahun ini BNI Life membidik kenaikan revenue hingga Rp9,4 triliun dan laba bersih sekitar Rp750 miliar.

Sementara itu, anak usaha BNI di bidang perbankan syariah, BNI Syariah menyatakan akan fokus mengincar halal ecosystem demi membesarkan pangsa pasar.

Direktur BNI Syariah Tribuana Tunggadewi menyatakan pihaknya punya produk baru berupa kartu pembiayaan BNI iB Hasanah Card yang dikembangkan bekerjasama dengan Mastercard.

“Kartu tersebut dapat digunakan untuk paket wisata halal yang baru akan kami gencarkan pada tahun ini,” kata Tribuana.

BNI Syariah membidik kenaikan laba hingga 30% pada tahun 2018 dengan kenaikan di sisi pembiayaan sebesar 14%-15%. Di sisi pendanaan, target dana pihak ketiga (DPK) yang dipatok pada 2018 sebesar 12% -13%.

Tag : bni
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top