Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kembangkan Bisnis Syariah, Mandiri Finance Dapat Suntikan Rp500 Miliar

Mandiri Utama Finance mendapatkan suntikan dana dari Bank Syariah Mandiri senilai Rp500 miliar untuk menjalankan bisnis unit usaha syariah yang rencananya resmi beroperasi pada awal kuartal II/2018.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Maret 2018  |  14:27 WIB
Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja (tengah), Finance Director Kuki Kadarisman (kiri), dan Operation Director Judy Lesmana berbincang di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Rabu (14/3). - JIBI/Dwi Prasetya
Presiden Direktur PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja (tengah), Finance Director Kuki Kadarisman (kiri), dan Operation Director Judy Lesmana berbincang di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham di Jakarta, Rabu (14/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com JAKARTA -- PT Mandiri Utama Finance (MUF) mendapatkan suntikan dana dari PT Bank Syariah Mandiri senilai Rp500 miliar untuk menjalankan bisnis unit usaha syariah yang rencananya resmi beroperasi pada awal kuartal II/2018.

Direktur Keuangan MUF, Kuki Kadarisman mengatakan perusahaan sudah siap untuk meresmikan unit usaha syariah (UUS), mulai dari pendanaan tahap awal, SDM, dan pemisahan sistem pemasaran guna menunjang pembiayaan syariah.

“Sudah ada pendanaan sekitar Rp500 miliar untuk tahap awal. Kami sudah siapkan semua. Tinggal menunggu keputusan fit and proper dari pihak OJK, setelah itu tinggal persetujuan mengenai Dewan Pengawas Syariah,” katanya seusai RUPS, Rabu (14/3/2018).

Nantinya, lanjut dia, di luar pasar reguler, UUS yang bakal diresmikan pada Mei 2018 ini juga bakal memanfaatkan captive market dari nasabah Bank Mandiri Syariah dan Bank Mandiri.

Dengan demikian, dia menargetkan, bisnis dari UUS dapat berkontribusi sekitar 7% dari total target penyaluran pembiayaan Rp10,1 triliun pada 2018.

Dia mengaku tidak khawatir terhadap tingkat down payment (DP) pembiayaan syariah yang sama dengan pembiayaan konvensional, mengingat permintaan pembiayaan syariah yang semakin besar.

“Kami tidak melihat seperti itu. Pangsa pasar saat ini banyak sekali yang menginginkan syariah. Jadi kalau kami tetap menawarkan konvensional, nasabah tidak bakalan bisa terlayani,” tuturnya.

Sesuai rapat umum pemegang saham (RUPS), target penjualan pada 2018 mencapai 386.828 unit atau naik 56% dari realisasi pada 2017 yang mencapai 247.929 unit. Adapun target penyaluran pembiayaan pada tahun ini mencapai Rp10,1 triliun atau naik 39% dari capaian tahun lalu yang mencapai Rp7,3 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

syariah mandiri
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top