Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulan Depan, FIF Rilis Obligasi Rp3 Triliun

PT Federal International Finance (FIF Group) segera merilis obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan III Tahap III 2018 dengan jumlah pokok Rp3 triliun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Maret 2018  |  09:59 WIB
Bulan Depan, FIF Rilis Obligasi Rp3 Triliun
Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance atau FIFGroup - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Federal International Finance (FIF Group) segera merilis obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan III Tahap III 2018 dengan jumlah pokok Rp3 triliun. Emisi obligasi tersebut merupakan bagian dari PUB III FIF dengan target dana Rp15 triliun.

Direktur Keuangan FIF Group Hendry Christian Wong mengatakan dana segar dari obligasi tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk pembiayaan sepeda motor.

"Dana obligasi digunakan untuk pembiayaan sepeda motor," kata Hendry kepada Bisnis, Rabu (28/3/2018).

Obligasi tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp1,522 triliun dengan kupon tetap 6,10% p.a dan tenor 370 hari. Sementara Seri B senilai Rp1,078 triliun dengan kupon tetap 7,45% p.a dan tenor 36 bulan.

FIF menunjuk beberapa pihak sebagai penjamin pelaksana obligasi, antara lain PT BCA Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT DBS Vckers Sekuritas Indonesi, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Adapun obligasi tersebut akan didistribusikan secara elektronik pada 11 April 2018, dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2018 dengan pembayaran bunga obligasi pertama jatuh pada 11 Juli 2018.

Hendry melanjutkan, total kebutuhan pendanaan anak usaha Grup Astra di bidang pembiayaan ritel khusus sepeda motor Honda ini, pada 2018 mencapai Rp35 triliun. Selain menerbitkan obligasi, kebutuhan pendanaan ditutupi dari pinjaman bank dan ekuitas.

"Sumber pendanaan [selain obligasi] dari dana sendiri atau collection dan pinjaman bank," ujarnya.

Hendry membuka peluang untuk kembali menerbitkan obligasi pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

Sementara itu, tahun lalu FIF diketahui mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai 10,52% menjadi Rp1,81 triliun. Piutang pembiayaan sampai akhir 2017 tercatat sebesar Rp Rp29,27 triliun atau tumbuh 4,54% dari tahun sebelumnya sebesar Rp20,13 triliun. Tahun ini FIF menargetkan pertumbuhan dengan konservatif di angka 5%.

Adapun total pembiayaan sampai dengan Februari 2018 mencapai Rp5,5 triliun, terdiri atas Rp3,5 triliun sepeda motor baru Rp1,4 triliun sepeda motor bekas, dan Rp600 miliar sisanya pembiayaan elektronik dan syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fif group
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top