Multifinance Bermasalah, OJK Bekukan Sun Prima Nusantara

Otoritas Jasa Keuangan membekukan kegiatan usaha PT Sun Prima Nusantara Pembiayaan lantaran perusahaan pembiayaan tersebut belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang Medium Term Notes (MTN) sampai dengan berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 18 Mei 2018  |  20:56 WIB
Multifinance Bermasalah, OJK Bekukan Sun Prima Nusantara
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan membekukan kegiatan usaha PT Sun Prima Nusantara Pembiayaan lantaran perusahaan pembiayaan tersebut belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang Medium Term Notes (MTN) sampai dengan berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan sesuai kewenangannya sebagai otoritas pengatur dan pengawas lembaga jasa keuangan mengeluarkan keputusan membekukan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan.

Pembekuan kegiatan usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dikeluarkan melalui Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Nomor S-247/NB.2/2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, terhitung sejak tanggal 14 Mei 2018.

Sebelumnya, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (POJK 29/2014), PT Sunprima Nusantara Pembiayaan telah dikenakan sanksi peringatan pertama hingga peringatan ketiga.

Sanksi itu dikenakan karena multifinance tidak memenuhi ketentuan Pasal 53 POJK No. 29/2014 yang menyatakan bahwa Perusahaan Pembiayaan dalam melakukan kegiatan usahanya dilarang menggunakan informasi yang tidak benar yang dapat merugikan kepentingan Debitur, kreditur, dan pemangku kepentingan termasuk OJK.

"Sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dikeluarkan karena perusahaan tersebut belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang MTNsampai dengan berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (18/8/2018).

Dengan dibekukannya kegiatan usaha, sambungnya, maka PT Sunprima Nusantara Pembiayaan dilarang melakukan kegiatan usaha pembiayaan. Dia mengatakan bila sebelum berakhirnya jangka waktu pembekuan kegiatan usaha multifinance itu tetap melakukan kegiatan usaha pembiayaan, OJK dapat langsung mengenakan sanksi pencabutan izin usaha.

"Pengenaan sanksi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengawasan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan."

Di samping itu, Anto mengungkapkan OJK juga telah mengambil langkah-langkah pengawasan atau mandatory supervisory actions dengan melarang perusahaan mengambil keputusan dan atau melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan.

Keputusan atau tindakan itu, seperti menggunakan dana keuangan perusahaan atau melakukan transaksi keuangan yang tidak wajar dan
menambah penerbitan surat utang dalam bentuk apapun termasuk MTN, mengambil tindakan dan atau perbuatan hukum yang memperburuk kondisi perusahaan, serta melakukan pergantian pengurus Perusahaan tanpa persetujuan OJK.

"Setelah mandatory supervisory actions dilakukan OJK akan terus meminta pemegang saham pengendali dan pengurus yang bertanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah konkrit yang realistis serta fully committed terhadap kewajiban-kewajiban kepada kreditur dan masyarakat pemegang MTN."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top