Bunga Kredit Konsumsi Mudah Terpengaruh Kenaikan Bunga Acuan

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan bunga kredit konsumsi paling terpengaruh oleh kenaikan suku bunga Bank Indonesia atau BI 7 Day Repo Rate. Pengaruh tersebut akan membuat bunga kredit konsumsi naik.
Newswire | 17 Juni 2018 03:30 WIB

Bisnis,com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan bunga kredit konsumsi paling terpengaruh oleh kenaikan suku bunga Bank Indonesia atau BI 7 Day Repo Rate. Pengaruh tersebut akan membuat bunga kredit konsumsi naik.

"Jadi kalau ada kenaikan suku bunga, bunga kredit konsumsi duluan yang akan kena, karena paling berisiko," kata Halim Alamsyah saat ditemui di acara open house Lebaran di rumah dinasnya, Jakarta, Sabtu, 16 Juni 2018.

Halim mengatakan saat ini bunga kredit yang paling tinggi adalah bunga untuk kredit konsumsi. Hal itu karena demand atau permintaannya paling tinggi.

Menurut Halim kredit konsumsi juga memiliki risiko yang cenderung lebih tinggi. Halim mengatakan risiko tinggi, karena umumnya kredit konsumsi minim jaminan atau bahkan ada yang tidak memakai agunan.

"Oleh karena itu bank memasukkan risikonya ke dalam komponen yang diperhitungkan sebagai bagian dalam bunga kreditnya itu," kata Halim.

Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat BI sudah menaikan suku bunga dua kali. Pada 17 Mei, BI menaikkan suku bunga 25 basis poin dari 4,25 menjadi 4,50 persen. Pada 30 Mei, BI menaikkan lagi suku bunga 25 basis poin dari 4,50 menjadi 4,75 persen.

Lebih lanjut Halim mengatakan kenaikan bunga kredit konsumsi memerlukan waktu atau tidak langsung naik ketika suku Bunga BI naik.

"Kalau dari pengalaman kenaikan BI Rate diikuti kenaikan bunga kredit itu agak panjang, sekitar enam bulan sampai satu tahun baru selesai, tidak langsung," kata Halim.

Sumber : Tempo

Tag : kredit konsumsi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top