Pemanfaatan Data Bisa Mencegah Kerugian Bank

Para bankir dalam negeri menyadari pemanfaatan data untuk pengembangan perusahaan. Berdasarkan survei PwC bertajuk Digital Banking in Indonesia 2018, sejumlah sektor terkait akan menjadi target investasi perbankan dalam 23 tahun ke depan.
Muhammad Khadafi | 10 Juli 2018 21:53 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan di Galeri ATM, di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Para bankir dalam negeri menyadari pemanfaatan data untuk pengembangan perusahaan. Berdasarkan survei PwC bertajuk Digital Banking in Indonesia 2018, sejumlah sektor terkait akan menjadi target investasi perbankan dalam 2—3 tahun ke depan.

Integrasi data dari berbagai sumber untuk menambah wawasan pembuat keputusan dianggap para bankir hal yang paling penting dilakukan. Selanjutnya data manajemen untuk meningkatkan kepercayaan terhadap bank berada di bawahnya.

“Pemanfaatan data akan membuat bank memiliki kemampuan superpower untuk memprediksi dan mencegah kerugian,” kata PwC Indonesia Consulting Director Santoso Widjaja di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Santoso melanjutkan bahwa hal itu tidak terlepas dari transformasi digital perbankan. Pengembangan sistem teknologi yang digunakan akan sangat membantu menuju pemanfaatan dan pengolahan data.

Riset PwC mencatat belum sampai separuh bank milik negara dan BUKU IV yang memasukan strategi digital sebagai bagian dari transformasi masa depan. Hanya 38% bank BUMN yang sudah memulai transformasi digital, sedangkan bank BUKU IV 44%.

Sejalan dengan hal itu, selain pengumpulan data, 44% responden mengindikasikan bahwa tujuan utama dari strategi digital adalah untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan karyawan.

Adapun survei yang dilakukan PwC tentang bank digital melibatkan 52 responden dan 43 bank di Indonesia. Sebanyak 90% di antaranya merupakan perusahaan yang masuk 10 besar dalam bisnis perbankan dalam negeri.

Tag : perbankan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top