Obligasi Jatuh Tempo Bank Semester II/2018 Rp5,42 Triliun, OCBC NISP dan CIMB Niaga Paling Banyak

Bisnis.com, JAKARTA Hingga akhir tahun ini, terdapat empat bank yang memiliki obligasi jatuh tempo, dengan total jumlah dana senilai Rp5,42 triliun.
Ilman A. Sudarwan | 11 Juli 2018 21:36 WIB
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA — Hingga akhir tahun ini, terdapat empat bank yang memiliki obligasi jatuh tempo, dengan total jumlah dana senilai Rp5,42 triliun.

Dikutip dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (11/7/2018), PT Bank OCBC NISP Tbk. dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. tercatat sebagai dua bank dengan total obligasi terbesar yang harus dilunasi pada semester II/2018. Keduanya tercatat memiliki total obligasi jatuh tempo masing-masing sebesar Rp2,22 triliun dan Rp2,15 triliun.

CIMB Niaga memiliki tiga seri obligasi yang jatuh tempo pada semester kedua tahun ini. Perinciannya, obligasi senilai Rp802 miliar jatuh tempo pada 3 September, Rp500 miliar pada 12 November, kemudian Rp850 miliar pada 20 November.

Adapun, obligasi OCBC NISP yang akan jatuh tempo pada tahun ini terbagi ke dalam dua seri obligasi yang masing-masing berjumlah Rp1,24 triliun dan Rp975 miliar. Keduanya terdaftar memiliki kupon senilai 6,75% dan 6,15%.

Selain kedua bank tersebut, tercatat pula dua bank lain yang memiliki obligasi yang akan jatuh tempo pada paruh ke-2 tahun ini, yakni Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

Surat utang bertajuk Obligasi II Bank Maluku Malut Tahun 2017 yang diemisi pada akhir tahun lalu akan jatuh tempo pada 18 Desember. Adapun, nilai obligasi tersebut tercatat sejumlah Rp500 miliar dengan kupon sebesar 7,5%.

Sementara itu, BTPN memiliki surat utang yang akan jatuh tempo pada 27 Oktober dengan total nilai Rp600 miliar. Obligasi yang tercatat pada 18 Oktober tahun lalu tersebut memiliki kupon senilai 6,6%.

Tag : Obligasi
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top