Peningkatan Layanan, BPJS TK Rilis Sejumlah Fitur Digital

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan siap mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pelayanan yang lebih ringkas, cepat, dan tepat serta aman bagi para peserta.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 18 Juli 2018  |  14:27 WIB

Bisnis.com, MALANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan siap mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung pelayanan yang lebih ringkas, cepat, dan tepat serta aman bagi para peserta.

Terobosan-terobosan untuk memberikan kemudahan dan akses kepada peserta yang digagas BPJS Ketenagakerjaan di antaranya dengan menelurkan beberapa fitur digital, seperti aplikasi berbasis mobile, BPJSTKKU, yang memberikan kemudahan kepada peserta untuk mendapatkan informasi mengenai kepesertaan pekerja hingga melaporkan ketidaksesuaian data kepesertaan maupun pelaporan perusahaan.Peserta juga bisa mengakses kartu digital BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTKKU.

“Peserta tidak perlu menunjukkan kartu fisik sebagai bukti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kartu digital ini sudah cukup sebagai bukti kepesertaan bagi peserta agar dapat menikmati manfaat tambahan seperti diskon di merchant kerjasama," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tajuk “Pertumbuhan Agresif di Tahun 2019” yang diikuti oleh jajaran Direksi bersama seluruh Kepala Unit Kerja dari seluruh Indonesia di kawasan di Hotel Grand Tulip, Malang, Rabu, (18/7/2018).

Selain BPJSTKKU, fitur digital lainnya yang juga rilis adalah Antrian dan Verifikasi Online yang berbasis KTP elektronik dan sidik jari yang bertujuan untuk mempersingkat alur pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Di samping itu, Antrian Online juga merupakan salah satu fitur digital yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah peserta mendapatkan nomor antrian jika ingin melakukan pencairan saldo JHT di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Dari sisi pelaporan kepatuhan perusahaan, juga telah disiapkan pelaporan secara online, untuk memastikan bahwa setiap pekerja terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, layanan ini juga memudahkan pendaftaran peserta.

Untuk memudahkan interaksi dengan pesertanya, BPJS Ketenagakerjaan juga memperkenalkan inovasi terbaru melalui Voice Assistant GINA yang merupakan singkatan dari Agen Perlindungan Pekerja.

GINA siaga 24 jam membantu peserta atau calon peserta mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Inovasi terbarukan ini dapat diakses dengan mudah melalui smartphone.

Menutup sambutannya dalam kegiatan Rakernas, Agus mengimbau kepada seluruh peserta rapat, agar selain fokus pada peningkatan kepesertaan, juga tetap fokus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, baik dalam hal penyampaian informasi, hingga permintaan klaim di seluruh unit layanan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.

“Kinerja yang baik, tentunya juga harus didukung dengan pelayanan yang baik kepada peserta, untuk menyempurnakan sumbangsih BPJS Ketenagakerjaan dalam menjadi badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia bagi seluruh pekerja,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup