REI Bali Prediksi Penjualan Perumahan Komersial Tumbuh 25% 

Real Estat Indonesia Bali menarget pertumbuhan penjualan perumahan komersial di Bali akan mencapai 20%-25% pada tahun ini seiring dengan dukungan perbankan dalam pembiayaan perumahan.
Ni Putu Eka Wiratmini | 26 Agustus 2018 12:41 WIB
Ilustrasi - uangteman.com

Bisnis.com, DENPASAR - Real Estat Indonesia Bali menarget pertumbuhan penjualan perumahan komersial di Bali akan mencapai 20%-25% pada tahun ini seiring dengan dukungan perbankan dalam pembiayaan perumahan.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Bali, Pande Agus Permana Widura mengatakan penjualan sektor properti yang lesu membutuhkan suntikan berupa suku bunga kredit yang rendah untuk membangkitkan daya beli masyarakat.

Selama ini, bank milik pemerintah maupun swasta memang sudah banyak mengeluarkan produk suku bunga kredit rendah. Hanya saja, berlakunya cukup singkat yakni hanya sekitar 1 tahun.

Dia pun mengapresiasi tawaran Bank Mandiri yang memberikan suku bunga rendah sebesar 5,88% p.a. eff fixed 3 tahun pertama dan 6,50% p.a. eff fixed 5 tahun selanjutnya.

"Dengan mandiri bisa mengeluarkan suku bunga menarik fix 3 tahun akan otomatis menggerakkan end user untuk membeli rumah," katanya, Sabtu (25/8/2018) malam saat pembukaan Mandiri Auto & Expo Property 2018. 

Menurutnya, dengan suku bunga rendah dari Bank Mandiri, akan mampu meningkatkan penjualan perumahan komersil yang berada di level harga Rp300 juta sampai Rp500 juta.

Adapun perumahan komersil dengan nilai tersebut merupakan pasar yang paling besar permintaannya selama ini. Sementara, perumahan komersil dengan nilai tersebut pada umumnya berada di kota utama Bali seperti Jimbaran, Nusa Dua, Gianyar, dan Tabanan.

"Itu mendominasi hampir setengahnya yakni 50%, saya harapkan nanti bisa naik lagi," katanya.

Tag : perumahan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top