Hasil Investasi Gerus Pendapatan Asuransi Jiwa

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan hingga akhir Juni 2018, industri mencatatkan total pendapatan senilai Rp89,73 triliun atau turun 22,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp116,35 triliun. 
Reni Lestari | 27 Agustus 2018 15:41 WIB
(Dari kiri ke kanan) Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim, dan Kepala Bidang Pendidikan dan Pengembangan AAJI Chris Bendl berfoto bersama usai konferensi pers AAJI di Jakarta, Senin (27/8). - Bisnis/Reni Lestari

Bisnis.com, JAKARTA -- Total pendapatan industri asuransi jiwa mengalami penurunan karena anjloknya hasil investasi.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mengatakan hingga akhir Juni 2018, industri mencatatkan total pendapatan senilai Rp89,73 triliun atau turun 22,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp116,35 triliun. 
 
"Perlambatan total pendapatan disebabkan hasil investasi yang negatif sepanjang semester I/2018. Namun, komponen total pendapatan premi bertumbuh sangat baik," terangnya di sela-sela konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa kuartal II/2018 di Jakarta, Senin (27/8/2018). 
 
Hasil investasi tercatat merosot hingga 135,5% dibandingkan semester I/2017 yang sebesar Rp23,52 triliun. Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan penurunan yang terjadi pada kuartal I/2018 yang sebesar 124,2%.
 
Hendrisman menerangkan faktor utama penurunan ini adalah kondisi investasi Indonesia yang kurang kondusif sejak awal 2018. Tetapi, penurunan tersebut diklaim sudah diprediksi oleh pelaku industri terutama menjelang Tahun Politik yang biasanya berdampak signifikan pada iklim investasi dan ekonomi. 
 
AAJI pun optimistis hasil investasi akan kembali membaik hingga akhir tahun ini. 
 
"Kami bisa melihat bahwa penurunan itu ada batasnya, sampai titik tertentu dan akan kembali lagi naik. Kami masih punya keyakinan dari pengalaman yang ada, tidak akan jelek sampai akhir tahun dan biasanya sampai akhir tahun akan kembali pada titik baiknya," tuturnya.   
 
Pendapatan premi merupakan kontributor terbesar atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni senilai Rp93,58 triliun atau 104,3%. Nilai pendapatan premi tersebut tumbuh 5,5% dibandingkan semester I/2017 yang sebesar Rp88,66 triliun.

Nilai pendapatan premi tersebut lebih besar dari total pendapatan disebabkan nilai negatif dari hasil investasi yang tercatat cukup tinggi. 

Peningkatan ini didorong meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 9,5%, yang berkontribusi sebesar 44,9%. Selanjutnya, dari saluran distribusi keagenan, yakni sebesar 9,9% dengan kontribusi 39,3%.

Sementara itu, saluran distribusi alternatif mengalami perlambatan 12,2% dan berkontribusi sebesar 15,9%. 
 
Di sisi lain, pertumbuhan industri masih didorong oleh jenis produk asurasi yang dikaitkan dengan investasi atau unit link. Kontribusinya terhadap pendapatan premi sebesar Rp59,5%, sedangkan 40,5% sisanya disumbang produk tradisional. 
 

Tag : asuransi jiwa
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top