Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AAJI: Investasi Industri Asuransi Jiwa Akan Beralih ke Reksadana

Industri asuransi jiwa mengalami penurunan hasil investasi yang cukup tajam pada semester pertama tahun ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan sebesar 135,5% secara year-on-year menjadi minus Rp8,35 triliun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Agustus 2018  |  09:44 WIB
Karyawan berkomunikasi di dekat logo beberapa industri asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi di dekat logo beberapa industri asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Industri asuransi jiwa mengalami penurunan hasil investasi yang cukup tajam pada semester pertama tahun ini. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan sebesar 135,5% secara year-on-year menjadi minus Rp8,35 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, penurunan yang tajam tersebut disebabkan kondisi pasar modal yang kurang kondusif sejak awal tahun ini. Melihat kondisi tersebut, dia memperkirakan pelaku industri akan mengalihkan sebagian dana investasinya ke instrumen yang relatif lebih stabil yakni reksa dana. 

"Saya kira [reksa dana] ini lebih stabil dan saya kira [pelaku industri] akan pindah ke reksa dana," kata Hendrisman di Jakarta, Senin (27/8/2018). 

Adapun portofolio investasi industri asuransi jiwa hingga Semester I/2018 yakni 33,3% reksa dana, 31,6% saham, 13,8 % surat berharga negara atau SBN, 10,6% deposito, 6,9% di sukuk koperasi, 1,7% penyertaan langsung, 1,4% properti, dan 1% lain-lain.  

Sampai akhir tahun, Hendrisman memperkirakan porsi reksa dana akan meningkat hingga 40%. Sementara itu mengenai hasil investasi, dia mengaku optimistis pada kuartal III/2018 dan IV/2018 akan kembali terjadi peningkatan. 

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menambahkan, penurunan hasil investasi industri asuransi jiwa bukanlah hal baru dan perlu dikhawatirkan. Sebab, investasi tersebut bersifat jangka panjang, sesuai dengan karakteristik kewajiban asuransi jiwa yang bukan jangka pendek.

"Jadi kalau turun-naik itu sudah biasa. Pada 2008 kami lebih parah lagi kan [penurunannya]. Santai saja tuh, karena [investasinya bersifat] jangka panjang," kata Togar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaji
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top