Studi Indef: Fintech Lending Dongkrak PDB Rp25,97 Triliun

Studi terbaru Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menyebutkan bahwa peer-to-peer (P2P) lending telah menyumbang Rp25,97 triliun terhadap PDB negara pada semester I/2018.
Nindya Aldila | 28 Agustus 2018 19:29 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com JAKARTA - Studi terbaru Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) menyebutkan bahwa peer-to-peer (P2P) lending telah menyumbang Rp25,97 triliun terhadap PDB negara pada semester I/2018.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara memaparkan konsumsi rumah tangga juga tercatat meningkat Rp8,94 triliun, pendapatan tenaga kerja Rp4,56 triliun, dan penyerapan tenaga kerja sebesar 215.433 orang.

“Tidak hanya dari sektor tersier, tetapi juga sektor primer seperti pertanian mencapai 9.000 orang,” katanya, Selasa (28/8).

Metode penelitian ini dilakukan dengan metode statistika input-output berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan hingga Juni 2018. Dia meyakini, semakin banyak penyelenggara yang terdaftar, kontribusi fintech akan semakin tinggi terhadap perekonomian Indonesia.

Dengan demikian, Indef mendorong lebih banyak lagi sektor pembiayaan produktif terutama UMKM agar beban finansial negara berkurang. Pembiayaan di sektor UMKM juga bakal memacu pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Dalam temuan yang sama, salah satu sektor yang paling terdampak terhadap pertumbuhan industri P2P lending di antaranya adalah industri jasa leuangan non bank yang mencapai Rp7,4 triliun terhadap PDB dengan pertumbuhan mencapai 10,2% pada Juni 2018 secara tahunan.

“Asuransi prospeknya juga besar, misalnya Insurtech. Contoh lainnya adalah penjualan saving bond ritel [SBR]. Sementara sektor perdagangan lainnya juga terpengaruh terutama UMKM yang grosir ,” paparnya.

Tag : fintech
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top