Helicap Serius Garap Fintech di Indonesia dengan Modal Segar US$5 Juta

Helicap memperoleh akses data penyaluran kredit yang terkumpul oleh fintech yang bermitra dengannya.
N. Nuriman Jayabuana | 13 September 2018 10:18 WIB
Co-Founder sekaligus CEO Helicap David Z Wang (kiri) bersama Co-Founder Helicap Quentin Vanoekel (kanan) - Bisnis/N. Nuriman Jayabuana

Bisnis.com, JAKARTA — Startup penyedia pinjaman alternatif, Helicap, memperoleh suntikan modal senilai US$5 juta dalam putaran pendanaan pra seri A yang dipimpin East Ventures dan grup bisnis properti terintegrasi asal Singapura, Soilbuild Group Holdings.

Helicap memilih kedua investor tersebut untuk memperdalam langkah ekspansinya ke pasar Indonesia. East Ventures dianggap sebagai salah satu modal ventura terdepan yang paling aktif mendanai beragam startup di Indonesia. Sedangkan Soilbuild merupakan investor yang tepat untuk mendiversifikasi  portofolio Helicap lantaran memiliki spesialisasi mendalam pada segmen Dana Investasi Real Estate (DIRE).

Co-Founder sekaligus CEO Helicap David Z. Wang berencana mempergunakan ekuitas tersebut untuk pengembangan produk, tim, memperluas keterjangkauan platformnya, dan menambah deretan mitra tekfin penyalur pinjaman.

Wang menyatakan bakal membentuk entitas tersendiri untuk mengoperasikan bisnis di Indonesia.

"Melalui pendanaan ini, kami berfokus untuk menempatkan lebih banyak sumber daya di Indonesia dan menghabiskan lebih banyak modal untuk pengembangan produk kami," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (12/9). 

Helicap berencana mempergunakan sebagian besar pendanaan demi meningkatkan kapasitas tim teknologi untuk pengumpulan data.

Helicap merupakan perusahaan teknologi finansial yang didirikan di Singapura sebagai platform pinjaman alternatif yang bertujuan menurunkan kesenjangan kebutuhan pembiayaan konsumen dan korporasi yang tidak terlayani oleh lembaga keuangan traditonal.

Perusahaan itu bermitra dengan sekitar 300 mitra platform lembaga keuangan tradisional maupun digital berlisensi untuk membantu menyalurkan pinjaman kepada sekitar 400 juta peminjam di Asia Tenggara dan Australia.

"Apa yang kami lakukan adalah bermitra dengan pemberi pinjaman digital dan tradisional untuk menyalurkan lending capital ke konsumen individu maupun UKM," ujarnya.

Sebagai gantinya, Helicap memperoleh akses data penyaluran kredit yang terkumpul oleh mitra yang bermitra dengannya. Hal tersebut memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran besar terhadap industri layanan keuangan digital secara menyeluruh.

Wang mengungkapkan model bisnis yang diterapkan memungkinkan Helicap tak bersaing secara langsung dengan sesama tekfin. Melainkan, model tersebut dapat memungkinkan lebih banyak kolaborasi strategis dengan lebih banyak perusahaan di dalam ekosistem tekfin.

"Kekuatan utama kami bukan tentang berapa banyak uang yang dapat kami peroleh, tapi seberapa banyak data yang kami kelola untuk memahami lebih jauh dan memitigasi risiko ekosistem tekfin penyalur pinjaman digital," ujar Wang.

Tag : StartUp, fintech
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top